
KBRN, Kediri : Dalam bulan Ramadhan ini, jumlah pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, cenderung menurun, hingga 20 persen. Kalau hari biasanya, sebelum bulan Ramadhan, jumlah pasien bisa mencapi 600 sampai 700 pasien, tiap harinya.
Hal itu dikatakan Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri, dr. Fauzan Adhima, bahwa pihaknya mengakui jumlah pasien khususnya di Poli rawat jalan.
Menurutnya, kondisi ini bisa dikatakan sebagai trend tahunan, perihal penurunan jumlah pasien di saat bulan Ramadhan.
“Sudah menjadi trend tahunan kalau menurunya jumlah pasien. Hari biasanya, sebelum memasuki bulan Ramadhan, bekisar 600 sampai 700 pasien. Namun, dalam bulan Ramadhan ini sekitar 400 sampai 500 pasien saja, tiap harinya," kata Fauzan Adhima , Sabtu (18/06/2016).
Direktur RSUD Gambiran itu, juga menjabarkan, menurunya jumlah pasien dibulan Ramadhan, bukan hanya menjadi trend tahunan, melainkan juga sudah menjadi tradisi masyarakat yang diprediksi memilih menahan rasa sakit yang didera dan lebih konsentrasi untuk menjalankan ibadah puasa.
Namun demikian, lanjut dr.Fauzan Adhima, jumlah pasien diprediksi akan kembali normal dan membludak seperti hari biasanya, menjelang H- 15 Lebaran. Biasanya, memasuki hari tersebut, pasien kembali berdatangan untuk melakukan kontrol dan rawat jalan saat mendekati Hari Raya Idul Fitri 1437 H, nanti.
“Kalau berbicara jumlah pasien kembali normal memang saat mendekati Lebaran. Kebanyakan pasien, memilih mendahulukan kontrol dan rawat jalan, dan juga antisipasi mereka ( para pasien) akan ketersediaan obat, yang biasanya akan melakukan mudik Lebaran,“ imbuhnya.
Saat ditanya kesiapan tenaga medis maupun Dokter spesialis, menjelang Lebaran nanti, Fauzan Adhima memastikan, semua tim medis di RSUD Gambiran tidak ,mendapat jatah libur. Meliputi, Dokter Umum 11 Orang, Dokter Spesialis 32 Orang, Perawat 203 Orang, ditambah Paramedis non perawat 64 Orang.
“Semua tim medis tidak boleh libur, melainkan harus stand by 24 jam dirumahnya masing-masing meskipun tidak ngantor, saat mendekati Lebaran maupun sesudah Lebaran nanti. Hal ini dilakukan sebagai wujud pelayanan maksimal terhadap masyarakat," pungkasnya. (bud/HF)