KEDIRI KOTA – Di tengah bulan puasa, tim satpol PP tidak mengendurkan razia. Selasa malam (21/6), aparat penegak perda ini men-sweeping berbagai titik rawan asusila. Hasilnya, empat pasangan mesum diamankan.
Tim juga menggerebek satu warung diduga dijadikan tempat pesta minuman keras (miras). Namun saat didatangi, para penenggaknya terburu kabur. “Kami halau mereka agar tak mabuk dan mengganggu ketertiban,” tegas Kasi Ketenteraman dan Ketertiban (Tramtib) Satpol PP Kota Kediri Nukhamid kepada Jawa Pos Radar Kediri, kemarin.
Menurut pantauan koran ini, razia bertolak dari pemkot pukul 21.00 WIB. Sasaran pertama di kos-kosan Kelurahan Balowerti, Kota Kediri. Dari sana, petugas menjaring tiga pasangan di tiga kamar berbeda. Meski mengelak diamankan, para pasangan tanpa ikatan pernikahan sah tersebut akhirnya mau diangkut mobil patroli satpol PP.
“Sempat ada yang mengelak. Namun karena tidak bisa menunjukkan surat nikah, mereka kami bawa,” terang Nukhamid.
Petugas kemudian bergeser ke eks lokalisasi Semampir. Tidak ditemukan pasangan mesum di sana. Hanya ada kerumunan warga yang memadati warung-warung kopi. Nihil tangkapan, petugas melanjutkan razia ke Hotel Pardikan Asri. “Hasilnya nihil untuk dua lokasi tersebut,” kata Nurkhamid.
Tak putus asa, petugas satpol PP melanjutkan razia ke Family kost di utara hotel. Di kos Jalan KH Ahmad Dahlan, Mojoroto tersebut ditemukan satu pasangan muda-mudi bercengkerama di dalam kamar. Saat ditanya petugas, ternyata mereka kekasih yang berpacaran.
Meski keduanya mengaku, tidak melakukan apa-apa, petugas tetap meminta keduanya ikut ke markas satpol PP. “Nggak mau Pak saya, banyak wartawan,” tukas perempuan yang diketahui masih berstatus mahasiswi tersebut.
Namun setelah dibujuk dan berusaha menutupi wajahnya menggunakan kerudung, Ra, mahasiswi ini, pun spontan berjalan cepat menuju ke mobil satpol PP. Razia lalu dilanjutkan ke sekitar Gedung Olahraga (GOR) Jayabaya di Kelurahan Banjarmlati, Kecamatan Mojoroto.
Di sekitar GOR banyak warung-warung yang dipenuhi anak muda. Salah satunya Bu, 16. Remaja asal Mojo tersebut asyik ngopi dengan gengnya. Remaja lulusan SMP ini mengaku, tidak lagi sekolah karena tidak punya biaya. “Nggak sekolah lagi karena tidak punya uang,” jelasnya enteng saat ditanyai Nurkhamid.
Makanya Bu sering nongkrong di warung tersebut karena tidak banyak aktivitas dan mencari hiburan. Di warung sebelahnya tercium bau miras yang menyengat. Namun suasana sudah sepi dan tidak ada pengunjungnya.
Dari salah satu botol air mineral 1,5 liter diketahui ada sisa-sisa miras. Makanya Sunarto, 50, pemilik warung, dicatat namanya untuk kemudian diberikan sanksi. “Kami serahkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum,” pungkas Nurkhamid. Sementara pasangan yang terjaring razia diberi pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan. (dna/die)