Pilih Belajar atau Ngopi? Why not both?

Kediri Dalam Berita | 04/08/2016

IMG-20160526-WA0004

“Ngopi” seakan sudah menjadi tradisi, menu wajib sehari-hari, warga kota Kediri. Bahkan orang nomor satunya pun menjadikan kegiatan Ngopi sebagai salah satu program andalannya (Kopi Tahu Mas Abu). Seperti yang kita ketahui kegiatan Ngopi bukan hanya sekedar minum kopi di warung kopi, namun ada kegiatan saling bersosialisasi, bercengkrama, berbagi informasi atau sekedar bergurau ringan melepas penat sehari. Nah, bagaimana jika mereka bercengkrama tak hanya dengan bahasa ibu tapi juga bahasa Inggris? Pasti sangat keren dan inspiratif. Ngopi sambil belajar bahasa Inggris? Kenapa tidak.

Tak hanya bertempat di rumah-rumah warga, mushala, ataupun balai RT, program Emas (English Massive) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri ini juga bertempat di kedai kopi. Adalah Ikras (Ikatan Karang Taruna) yang menjadi pionir. Paksi Joko Wiseso, selaku penanggung jawab Ikras, menjelaskan bahwa anggota-nya kebanyakan bapak-bapak dan para pemuda, jadi akan lebih nyaman kalau belajar bahasa Inggris-nya di kedai, dimana mereka sering berkumpul, ngobrol kesana kemari sambil menikmati secangkir kopi.

Kedai yang beralamat di Jl. Untung Suropati no. 30 ini difungsikan sebagai bengkel dan warung mie ayam yang juga dikelola oleh teman – teman Ikras. Untuk hari biasa kedai dibuka pukul 18.30, sementara untuk akhir pekan pukul 17.00. Jadwal belajar bahasa Inggris oleh tim English Massive dan teman – teman Ikras dilaksanakan pada hari minggu pukul 18.30-20.00.

Pertemuan pertama berlangsung tanggal 15 Mei 2016, mayoritas teman – teman Ikras telah memiliki dasar bahasa Inggris. Sehingga untuk tema ‘introduction’ hari itu berjalan dengan sangat lancar. Bahkan salah satu dari mereka, yakni Mr. Angga, pernah mengikuti kursus bahasa Inggris dan memiliki pengalaman kerja yang cukup mumpuni dalam pengaplikasian bahasa Inggris. Hal ini menginspirasi para pemuda Ikras untuk dapat berbicara bahasa Inggris dengan lancar.

Para pemuda terlihat sangat interested dengan kegiatan ini. Berasal dari background yang berbeda langsung terasa melebur saat berada di warung kopi tanpa ada pembeda. Bahkan ada warga yang bukan asli kampung diperbolehkan join dan duduk dalam meja yang sama. Sepertinya, program ini bukan hanya menambah wawasan warga tentang bahasa Inggris, tapi juga memperluas link dan mengakrabkan diri dengan warga lainnya.

Berawal dari ngopi, berlanjut dengan memperkaya wawasan diri. Semoga bisa menginspirasi.

Semboyan yang dilahirkan oleh Tutor English Massive untuk menggambarkan keadaan spot istimewa ini. Semoga memang benar benar bisa menjadi inspirasi pemuda lainnya untuk pula menjadi pelecut semangat partisipan/pelajar lainnya agar selalu berinovasi dalam mengembangkan diri, walupun dengan cara yang sederhana berawal dari warung kopi.

Tidak ada artikel terkait