KEDIRI | duta.co - Warga Kota Kediri merasa terhibur pada akhir pekan ini, diawali dengan Kejuaraan Pacuan Kuda Tingkat Nasional memperebutkan Piala Bergilir Walikota ke - III, kemudian Parade Kelompok Budaya Kuda Lumping dan Launching Tahu Kaleng Kota Kediri (Takakori) diawali dengan pelatihan dan seminar. Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar berharap suguhan Panitia HUT Kota Kediri ke-1137 mampu menghibur dan bermanfaat bagi warga kota.
Pada Minggu (21/8), warga Kediri dan sekitarnya merasakan beragam hiburan dan kegiatan yang diharapkan mampu mempromosikan Kota Kediri ke seluruh daerah seperti diharapkan Mas Abu, Walikota Kediri.
“Seiring tema HUT Kota Kediri, kami pemerintah kota harus mampu melayani dan mengajak langsung masyarakat untuk partisipasi mempromosikan kota ini,” jelas Mas Abu.
Setidaknya Kejuaraan Pacuan Kuda diikuti 95 ekor kuda dari sejumlah daerah, berlangsung tanpa kendala dan Piala Bergilir Walikota Kediri diraih Kuda Senopati dengan Joki Arifin dari Teguh Aji Stable Pare, sementara kuda milik Mas Abu, hanya mampu merebut Juara II dengan nama Kuda Maria Maya. Sementara di Lapangan Bujel, digelar Parade Seni Budaya diikuti sejumlah kelompok kuda lumping dari sejumlah kelurahan.
Dalam kata sambutannya, Mas Abu berharap seni budaya di Kota Kediri mampu terangkat kembali, dimana kisah Dewi Songgolangit dan Raden Panji telah terkenal di seluruh penjuru dunia. “Mari kita jaga dan lestarikan, jangan biarkan justru orang di luar daerah atau orang asing yang malah melestarikan budaya leluhur kita,” jelas Walikota Kediri sebelum memberangkatkan peserta yang mengambil finish di Kawasan Wisata Goa Selomangleng.

Parade Seni Budaya Kota Kediri dalam rangkaian HUT Kota Kediri ke-1137.(foto:nanang)
Pada tempat berikutnya, di Halaman Balai Kota, sejumlah chef, sebutan tukang masak profesional dari sejumlah negara, saling beradu membuat menu unggulan dengan bahan utama tahu. “Bahwa Kota Kediri terkenal dengan tahu, dengan menggelar seminar, mengundang chief dari sejumlah negara dan pada hari ini (Minggu), kami akan melaunching Takakori malam ini,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Feronica Abu Bakar, istri Walikota Kediri yang akrab dipanggil Bunda Fey.
Sesuai agenda HUT, Band Wali secara khusus dihadirkan dalam Launching Takakori sekaligus menghibur warga Kota Kediri dan sekitarnya. “Ini keempat kalinya, kami datang di Kota Kediri dan kota ini banyak berubah di tangan Walikota Mas Abu yang bekerja sepenuh hati dan semoga amanah. Kalau saya, cocoknya manggil Mas Abu itu habib, karena beliau taat beragama,” jelas Faank, Vokalis Band Wali sambil melempar senyum kepada orang nomor satu di Kota Kediri.
Pada Minggu (21/8), warga Kediri dan sekitarnya merasakan beragam hiburan dan kegiatan yang diharapkan mampu mempromosikan Kota Kediri ke seluruh daerah seperti diharapkan Mas Abu, Walikota Kediri.
“Seiring tema HUT Kota Kediri, kami pemerintah kota harus mampu melayani dan mengajak langsung masyarakat untuk partisipasi mempromosikan kota ini,” jelas Mas Abu.
Setidaknya Kejuaraan Pacuan Kuda diikuti 95 ekor kuda dari sejumlah daerah, berlangsung tanpa kendala dan Piala Bergilir Walikota Kediri diraih Kuda Senopati dengan Joki Arifin dari Teguh Aji Stable Pare, sementara kuda milik Mas Abu, hanya mampu merebut Juara II dengan nama Kuda Maria Maya. Sementara di Lapangan Bujel, digelar Parade Seni Budaya diikuti sejumlah kelompok kuda lumping dari sejumlah kelurahan.
Dalam kata sambutannya, Mas Abu berharap seni budaya di Kota Kediri mampu terangkat kembali, dimana kisah Dewi Songgolangit dan Raden Panji telah terkenal di seluruh penjuru dunia. “Mari kita jaga dan lestarikan, jangan biarkan justru orang di luar daerah atau orang asing yang malah melestarikan budaya leluhur kita,” jelas Walikota Kediri sebelum memberangkatkan peserta yang mengambil finish di Kawasan Wisata Goa Selomangleng.

Parade Seni Budaya Kota Kediri dalam rangkaian HUT Kota Kediri ke-1137.(foto:nanang)
Pada tempat berikutnya, di Halaman Balai Kota, sejumlah chef, sebutan tukang masak profesional dari sejumlah negara, saling beradu membuat menu unggulan dengan bahan utama tahu. “Bahwa Kota Kediri terkenal dengan tahu, dengan menggelar seminar, mengundang chief dari sejumlah negara dan pada hari ini (Minggu), kami akan melaunching Takakori malam ini,” kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri, Feronica Abu Bakar, istri Walikota Kediri yang akrab dipanggil Bunda Fey.
Sesuai agenda HUT, Band Wali secara khusus dihadirkan dalam Launching Takakori sekaligus menghibur warga Kota Kediri dan sekitarnya. “Ini keempat kalinya, kami datang di Kota Kediri dan kota ini banyak berubah di tangan Walikota Mas Abu yang bekerja sepenuh hati dan semoga amanah. Kalau saya, cocoknya manggil Mas Abu itu habib, karena beliau taat beragama,” jelas Faank, Vokalis Band Wali sambil melempar senyum kepada orang nomor satu di Kota Kediri.

