2 Bulan Berturut-turut, Beras Penyumbang Inflasi Terbesar di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 06/10/2015

AdaKitaNews

ADAKITANEWS2015-10-02_23.04.05, Kota Kediri – Hingga saat ini inflasi di Kota Kediri tercatat sebesar 0,26 persen. Dua bulan berturut – turut, bahan pangan Beras menyumbang inflasi terbesar bagi perekonomian di Kota Kediri.

Bulan September 2015 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,26 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 119,96 di banding dengan IHK agustus 2015 sebesar 119,65 . Inflasi di kota Kediri dipengaruhi oleh kenaikan maupun penurunan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran.

Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Dari data yang dihimpun tim adakitanews.com, BPS Kota Kediri mencatat, pada bulan Agustus dan September beras masih menjadi komoditas yang menyumbang inflasi terbesar di Kota Kediri.

Dirilis pada 1 Oktober 2015 Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat, komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap inflasi di Kota Kediri pada bulan September 2015 adalah beras, mobil, bahan bakar rumah tangga, nasi dengan lauk, bawang merah, bawang putih, emas perhiasan, tempe, tarip rumah sakit, serta akademi/perguruan tinggi.

“Beras menjadi komoditas yang hingga saat ini menyumbang inflasi besar karena target pembelian dari  bulog sehingga menyebabkan harga beras di tingkat petani menjadi naik,” jelas Lulus Haryono Kasi Statistik BPS Kota Kediri.

Hal ini dipertegas dalam catatan di bulan September, terdapat beberapa kelompok bahan makanan pada bulan September 2015 mengalami deflasi sebesar 0,74 persen atau terjadi penurunan indeks dari 116,56 pada bulan Agustus 2015 menjadi 116,70 pada bulan September 2015. Dari sebelas sub kelompok yang ada dalam kelompok bahan makanan, tiga diantaranya mengalami kenaikan dengan kenaikan tertinggi antara lain sub kelompok padi – padian, umbi- umbian.

“Pada sub kelompok Padi – Padian, Umbi-umbian dan hasilnya sebesar 3,77 persen. Tujuh sub kelompok lainnya mengalami penurunan dengan penurunan terbesar pada sub kelompok Daging dan Hasil-hasilnya sebesar 6,74 persen,” jelas Lulus Haryono.(dee)

Keterangan Gambar : Ilustrasi dan data statistik inflasi dan deflasi Kota Kediri