
KBRN, Kediri: Perkembangan era digital pada saat ini perlu disikapi dengan bijak oleh para orang tua terutama dalam mengawasi perilaku anaknya ketika memanfaatkan media sosial. Untuk menangkal dampak negatif dunia digital itu, revolusi mental di dalam keluarga diyakini menjadi solusi terbaik.
"Perkembangan dunia digital kini sangatlah cepat. Apalagi dengan adanya smartphone, saat ini anak-anak dapat bersaing dengan masyarakat di seluruh dunia," kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat memberikan sambutan dalam acara Wisuda ke-37 MTsN Kediri II, Selasa (23/5/2017).
Abdullah mengimbau, agar para pelajar menggunakan smartphone untuk pengetahuan yang luas. Misalnya dengan mencari info beasiswa, ilmu yang bermanfaat, serta perluas pertemanan yang wajar.
"Revolusi mental terbaik adalah pendidikan di rumah. Untuk itu, di Kota Kediri ada beberapa Kampung Pendidikan," ujarnya.
Dia mencontohkan, dari pukul 06.00 sampai pukul 20.00 WIB para orang tua dan anak tidak boleh menggunakan handphone dan menyalakan televisi. Dengan begitu akan menjadikan waktu anak untuk banyak berinteraksi di kampung. Selain itu, Pemkot Kediri bersepakat membangun pendidikan yang baik untuk anak.
"Hal ini diwujudkan dengan memberi bantuan laptop ke sekolah negeri dan swasta untuk penyelengaraan UNBK. Bahkan, tiap siswa akan diberi soal berbeda," katanya.
Dia menambahkan, jikalau nilainya tidak baik maka bisa saja integritasnya pasti naik. Saat nilai integritas naik, kondisi itu menunjukkan pendidikan berjalan dengan baik. Bahkan Kota Kediri sekarang ini termasuk yang memiliki nilai integritas yang tertinggi di Jawa Timur.
"Selain itu, bila anak disekolahkan di MTs akan menjadi semakin baik. Karena di MTs anak tidak hanya mendapat pengetahuan umum saja, tapi juga mendapat pendidikan agama yang bagus," katanya.
Ke depan, harap dia, sebaiknya guru dan murid harus membangun komunikasi dua arah yang bagus. Meski kelihatannya sepele namun pengaruhnya luar biasa.
"Bila ada murid bertanya guru harus menjawab, tapi kalau tidak bisa menjawab maka pertanyaan itu bisa dijadikan tugas di rumah. Tugas kita adalah untuk meningkatkan competitiveness siswa," pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Kediri mengukuhkan prasasti MTsN Kediri 2 sebagai Madrasah Adiwiyata. Selain itu, Kepala Kemenag Kota Kediri, Ahmad Zuhri juga meresmikan pergantian nama MTsN Kediri II menjadi MTsN 2 Kota Kediri.