Wawali Kediri Ingin Semua Elemen Ikut Perangi Narkoba

Kediri Dalam Berita | 26/05/2017

ANTARA News Jawa Timur

 Wawali Kediri Ingin Semua Elemen Ikut Perangi Narkoba
Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah. (foto Asmaul Chusna)
 
 Kami bersyukur dengan komitmen ini, dan ke depannya berharap ada sinergisiitas antara lembaga, tokoh masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen, bisa membawa Kediri lebih minim lagi masalah narkoba
 
Kediri (Antara Jatim) - Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah meminta semua elemen ikut memerangi peredaran narkoba, dengan harapan bisa menekan peredarannya. 
 
Ia mengatakan pemerintah kota terus mengapresiasi dengan semakin banyaknya lembaga yang berkomitmen untuk memberantas narkoba.
     
"Kami bersyukur dengan komitmen ini, dan ke depannya berharap ada sinergisiitas antara lembaga, tokoh masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen, bisa membawa Kediri lebih minim lagi masalah narkoba," katanya dalam acara penandatanganan perjanjian kerjasama BNNP Jatim dengan Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Jatim di Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Jawa Timur, Selasa.
     
Sementara itu, Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Fatkhur Rahman menginginkan santri juga terlibat dalam upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba, dengan ikut memberikan edukasi dampak bahaya obat tersebut.
     
"Kami harap generasi muda ini disamping belajar ilmu pengetahuan, agama, yang tidak kalah penting harus bersih dari narkoba," katanya.
 
Ia mengatakan, narkoba sudah menjadi salah satu penyakit masyarakat yang berbahaya. Begitu terkena, yang bersangkutan akan sulit untuk keluar dari kecanduan dan sulit disembuhkan. Santri diminta ikut terlibat pemberantasan narkoba, dengan memberikan edukasi maupun tidak terlibat penyalahgunaan narkoba. 
     
Fatkhur menambahkan, semua lapisan masyarakat menjadi sasaran peredaran narkotika. Indonesia menjadi sasaran dari peredaran narkoba, yang salah satunya Indonesia diprediksi pada 2030 menjadi negara besar.
     
Mantan Kapolresta Kediri itu menyebut, terdapat beberapa negara yang tidak ingin Indonesia menjadi salah satu negara besar, sehingga menggempur dengan penyebaran narkoba tersebut. 
      
Fatkur juga mengatakan, BNNP Jatim juga terus berupaya menekan peredaran serta penyalahgunaan narkoba. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, melakukan pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi.
     
Saat ini, jumlah pengguna aktif narkoba di Jatim sekitar 900 ribu yang menyebar ke 38 kabupaten/kota di Jatim. Jumlah itu diperkirakan bisa bertambah, mengingat narkoba seperti fenomena gunung es, dimana yang belum terungkap masih banyak.
     
Ia pun berharap, di Jatim ke depan juga ada balai rehabilitasi. Saat ini, yang balai rehabilitasi yang ada masih ada di Jakarta. 
     
"Kami sudah berbincang dengan Gubernur Jatim, dan mudah-mudahan secepatnya ada balai rehabilitasi. Balai yang ada masih di Jakarta," ujarnya.
         
Dalam acara tersebut, selain dihadiri jajaran BNN, juga sejumlah pengurus LDII, para santri dan tamu undangan lainnya.