KEDIRI | duta.co — Sungguh ironis di mana Kota Kediri yang dikenal sebagai kota agama dan berbudaya serta sebagian besar warganya berpendidikan, kini terusik dengan munculnya beragam warung kopi atau akrab disebut cafe, yang menjadi ajang prostitusi. Hal terbukti dengan tertangkapnya sepasang adik kakak yang bekerja pada salah satu cafe di wilayah Kecamatan Pesantren. Setelah dibuntuti 2 pasangan bukan suami istri ini tertangkap basah di salah satu kamar kost di Jl Semeru Kelurahan Campurejo.
Berawal dari pengaduan masyarakat, bila ada salah satu cafe yang diduga sebagai prostitusi, akhirnya jajaran Satpol PP melakukan penyelidikan, dan terbukti setelah dibuntuti sepulang kerja, sebut saja Bunga (20) dan Melati (17) keduanya kakak beradik, warga Desa Jongbiru Kecamatan Gampengrejo, saat berada di kamar kostnya, tidak berkutik saat tertangkap basah bersama pasangan masing–masing.
Begitu pintu terbuka, kedua pasangan ini tak bisa mengelak bila usai berbuat asusila. Dari kamar Bunga, diamankan SAR (20) warga Dusun Gambyok Desa Sarasehan Kecamatan Grogol. Di kamar Melati diamankan NH (21) warga Desa Gondang Kecamatan Plosoklaten. Kedua pasangan ini mengakui jika mereka kenal saat berkunjung ke cafe yang dijaga sepasang kakak beradik ini.
Baik Bunga maupun Melati tak mengelak bila telah lama menjalankan usaha ini, semua ini karena faktor ekonomi. “Saya ini janda, punya anak satu dan hanya lulusan SD. Suami lari tidak tanggung jawab, tidak ada pilihan kecuali bekerja begini. Jika hanya kerja menjaga cafe, tidak cukup untuk makan sehari hari, Pak,” ungkap Bunga saat dikonfirmasi.
Atas temuan kasus ini, jajaran Satpol PP pada Senin pagi melimpahkan kasus ini ke Polsekta Mojoroto. Selain tertangkap basah sedang mesum, pada kedua handphone milik pasangan laki–laki ini terdapat adegan tidak senonoh yang sengaja direkam. “Ini jelas menyalahi pidana, selain terbukti berbuat mesum, juga merekam adegan tidak senonoh,” jelas Kabis Trantibum Satpol PP, Nur Khamid.
