KEDIRI| duta.co – Pemerintah memiliki banyak program membantu kehidupan rakyatnya hidup mudah dan terlepas dari kesusahan. Diantaranya terobosan dalam mengentaskan kemiskinan yakni lewat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada warga kurang mampu.
Demikian dikatakan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menyalurkan bantuan bertempat di Perumahan Bumi Asri Kelurahan Kaliombo, Rabu (7/6) kepada 77 keluarga penerima.
Program BPNT merupakan kelanjutan Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah berjalan di Tahun 2016, kini dikenal dengan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kegiatan ini didukung dengan program Layanan Keuangan Digital (LKD) atau dikenal dengan istilah e-Warong yang bekerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah penyaluran bantuan pangan.
Dalam program subsidi ini, dulunya mengenal istilah beras miskin (raskin) kini diubah menjadi rastra (beras sejahtera), diharapkan bagi keluarga penerima manfaat, membeli bahan kebutuhan pangan dengan menggunakan Kartu KKS sebagai alat pembayaran yang memiliki fitur elektronik dan tabungan, seperti halnya fungsi kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dikeluarkan pihak perbankan.
Dengan program ini, dijelaskan Walikota Kediri, merupakan wujud nyata bentuk jaminan hidup dilakukan pemerintah kepada warganya.
“Ini semua agar panjenengan dapat hidup mudah tidak lagi susah karena negara yang telah menjamin,” ujarnya.
Ditambahkan Mas Abu, agar bantuan ini dipergunakan sebaik-baiknya. “Bapak Ibu nanti berasnya jangan dijual lagi. Pergunakan sebaik-baiknya, karena kualitas berasnya pun bagus. Bila sisa, diberikan saja kepada anak atau cucunya, pesan kami janganlah dijual,” tutur Walikota Kediri didampingi Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Kediri, Triyono Kutut.
Dalam kesempatan ini pula, Mas Abu juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri juga memiliki banyak program diantaranya bidang pendidikan, ekonomi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Yang telah berjalan, program beasiswa mahasiswa bagi warga kurang mampu, santunan kematian, Prodamas dan juga program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH),” ungkap Mas Abu.
