KEDIRI| duta.co –Bahwa kita hadir di sini bukan untuk bersenang – senang apalagi menghabiskan anggaran, tapi berkumpul siap diajak susah, menanggulangi bencana yang tidak tahu kapan akan terjadi. Demikian sambutan Kepala Pelaksana (Kalaks) BPBD Kota Kediri, Samsul Bahri saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Kota Kediri, bersama para relawan dan pihak terkait bertempat di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Senin (12/6/2017).
Hadir dalam kegiatan di atas, Unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran Kodim 0809, anggota SAR Brimob Kompi C, anggota Satlinmas, Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Sosial, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Kelompok Kerja Wartawan Peduli Bencana, PC Muslimat NU, tim SAR Nahdlatul Ulama, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Organisasi Penyandang Disabilitas dan Palang Merah Indonesia (PMI). Menyikapi kegiatan ini, Ketua PCNU, KH. Abu Bakar Abdul Djalil turut hadir menyampaikan dukungan penuh atas kegiatan ini.
“Ini merupakan upaya positif dilakukan pihak pemerintah kota atas penanggulangan bencana yang tidak tahu kapan akan terjadi. Kami menyatakan salut dan berharap selalu terjadi sinergi dan keharmonisan diantara tim BPBD dan para relawan bencana,” jelas Gus Ab, sebutan akrabnya.
Dalam sambutannya, Samsul Bahri menyampaikan bahwa sebenarnya Kota Kediri tidak terlalu besar atas ancaman bencana alam, yang kerap terjadi justru puting beliung dan kiriman air banjir yang meluber ke jalan dan rumah warga.
“Saya teringat pada tengah malam ditelepon bapak walikota, ditanya ada dimana? Kok penak eram bengi – bengi turu,” kata Kalaks BPBD menirukan ucapan Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat terjadi bencana banjir beberapa waktu lalu.
Padahal, dijelaskan Samsul Bahri, saat itu cuaca cerah dan tidak terjadi hujan. Setelah dicek bersama anggota, terbukti di kawasan Pesantren hingga Ngadisimo ternyata air sungainya meluber hingga ke jalan dan rumah warga.
Selain maraknya bencana kebakaran juga menjadi catatan sendiri bagi BPBD Kota Kediri, dimana berdasarkan survey faktor kelengahan ibu rumah tangga menggunakan LPG.
“Seperti kasus kebakaran di wilayah Kelurahan Singonegaran, mengakibatkan ibu dan anak meninggal terbakar bersama rumahnya. Atas kasus di atas, diharapkan dengan kegiatan ini, mampu terjadi sinergi dan bersama – sama memberikan sosialisasi terkait pemadaman api,” ungkap Samsul Bahri.
Ketua DPD Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Timur, Yuyun Maskuroh ditemui disela – sela acara, menyatakan mendukung atas upaya dilakukan BPBD selalu aktif melakukan koordinasi dan sosialisasi penanggulangan bencana.
“Kita selalu aktif memberikan sosialisasi kepada penyandang disabilitas atas bahaya bencana. Kita juga tergabung dalam relawan bencana alam Kota Kediri,” jelas Yuyun Maskuroh, merupakan tutor disabilitas tingkat nasional sebelumnya telah tergabung di BNPB Pusat.
