Jumlah Penduduk Miskin Kota Kediri Turun

Kediri Dalam Berita | 14/06/2017

Jumlah Penduduk Miskin Kota Kediri Turun
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) -- Walikota Kediri Abdullah Bau Bakar bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri Ellyn T. Brahma merilis Angka Kemiskinan di Kota Kediri dan Hasil Sensus 2016 di Kota Kediri, Selasa (13/6/2017) di Balaikota Pemerintah Kota Kediri.


Berdasar data yang dirilis oleh BPS, jumlah penduduk miskin di Kota Kediri mengalami penurunan sebesar 0,11%. Ditahun 2015 jumlah penduduk miskin di Kota Kediri sebanyak 23.770 jiwa dengan prosentase 8,51%. Sedangkan ditahun 2016 turun menjadi 23.640 jiwa dengan prosentase 8,40%.

Sementara 
ditahun 2015 untuk indeks kedalaman kemiskinan di Kota Kediri sebesar 1,4 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,43. Sedangkan ditahun 2016 untuk indeks kedalaman kemiskinan sebesar 0,96 dan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,20. Jadi bila gap antara indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan semakin kecil maka dapat dikatakan perekonomian stabil.

Turunnya 
jumlah penduduk miskin ini tidak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk terus mengentaskan masyarakatnya dari kemiskinan. Pemerintah Kota Kediri sendiri telah membaginya dalam empat kluster.

Di kluster I, pemerintah memberikan bantuan sosial terpadu berbasis keluarga. Selanjutnya kluster II adalah pemberdayaan masyarakat. Kluster II yakni pemberdayaan 
Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Dan di kluster IV adalah peningkatan dan perluasan program pro rakyat.

Selain itu, BPS Kota 
Kediri juga merilis hasil dari Sensus Ekonomi 2016. Dari hasil Sensus Ekonomi 2016, pertumbuhan usaha di Kota Kediri naik 19,52% dari Sensus Ekonomi 2006. Bila ditahun 2006 di Kota Kediri terdapat 33.411 usaha ditahun 2016 naik menjadi 39.932 usaha.

Dari 
jumlah 39.932 usaha tersebut didominasi oleh UMK dengan jumlah 38.806 usaha. UMK ini dapat menyerap tenaga kerja sebesar 58,20% dari total tenaga kerja. Sedangkan sisanya adalah Usaha Menengah Besar (UMB) dengan jumlah  1.126 usaha dan dapat menyerap 41,80% dari total tenaga kerja.

Kecamatan Mojoroto memiliki  
jumlah usaha UMK terbanyak yaitu 14.511 usaha. Selanjutnya  Kecamatan  Kota dengan 13.721 usaha dan Kecamatan  Pesantren dengan 10.574 usaha. Kemudian untuk UMB, jumlahusaha terbanyak ada di Kecamatan  Kota yaitu 658 usaha,  Kecamatan Mojoroto ada  250 usaha dan Kecamatan Pesantren 218 usaha. Sedangkan untuk  rata-rata tenaga kerja di Kecamatan Kota untuk UMK 2,62 orang dan UMB 62,33 orang. Kecamatan Mojoroto untuk UMK 2,03 orang dan UMB 62,33 orang. Kecamatan Pesantren UMK 1,88 orang dan UMB 43,33 orang.

Dari hasil Sensus Ekonomi 2016, Abdullah Abu Bakar atau yang akrab disapa Mas Abu ini menuturkan bahwa itu semua dipicu oleh adanya tren, mempermudah perizinan, dan banyak diadakannya event 
untuk mengembangkan perekonomian di Kota Kediri.

Kedepan, Mas Abu menambahkan pemerintah akan membuat program yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat dan mengembangkan potensi daerah. 

“Kita akan bekerjasama 
dengan Kabupaten Kediri  agar kabupaten meningkatkan sektor pariwisatanya dan kota mengembangkan sektor jasanya. Saat ini antar daerah tidak untuk bersaing namun untuk bersinergi,” pungkasnya.