Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut angka kemiskinan di Kota Kediri, Jawa Timur, saat ini mengalami penurunan, dimana pada pada Maret 2016 jumlahnya mencapai 8,40 persen, turun 0,11 poin ketimbang angka kemiskinan Maret 2015.
"Di Jatim, angka kemiskinan yang mengalami kenaikan ada tujuh kabupaten/kota, namun di Kediri justru mengalami penurunan, yaitu 0,11 poin," katanya di Kediri, Selasa.
Ia mengatakan, hasil tersebut merupakan data terbaru evaluasi dari BPS Kota Kediri. Di kota ini, selain angka kemiskinan yang turun, adanya perbedaan atau jurang di antara masyarakat saat ini hampir stabil.
"Gep semakin kecil, sehingga masyarakat yang di garis kemiskinan sudah hampir stabil, karena ada beberapa yang dikerjakan pemerintah daerah, sehingga memengaruhi kemiskinan," katanya.
Wali Kota menyebut, pemerintah membuat banyak program misalnya seragam untuk anak sekolah gratis, pendidikan yang disubsidi, angkutan umum disubsidi, serta beragam bantuan lainnya.
"Jadi, ada beberapa kluster yaitu penyangga memberi bantuan, pemberdayaan hingga memberi suplemen masyarakat di garis kemiskinan supaya dan kami jaga supaya tidak jatuh miskin," ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah kota juga berupaya menjaga inflasi. Misalnya, dengan memberikan bantuan seragam gratis bisa mengurangi beban pengeluaran masyarakat, sehingga menjaga inflasi.
"Inflasi ini juga bisa menekan angka kemiskinan. Dengan inflasi rendah, maka masyarakat juga semakin bijak mengeluarkan uang. Masyarakt tidak dirugikan dalam sisi harga," katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan kebijakan pemerintah berupa program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) juga turut berdampak. Dari program itu bisa dimanfaatkan untuk pemberdayaan, sektor ekonomi, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan sarana prasarana.
Ke depan, kata dia, ia ingin agar Pemerintah Kota Kediri menjalin kerjasama dengan baik dengan daerah sekitar, salah satunya Kabupaten Kediri. Saat ini, kabupaten banyak mengembangkan sektor pariwisata, sehingga Kediri sebagai kota jasa juga bisa ikut berkembang.