Wali Kota Sebut Jumlah Usaha di Kediri Tinggi

Kediri Dalam Berita | 14/06/2017

ANTARA News Jawa Timur

Wali Kota Sebut Jumlah Usaha di Kediri Tinggi

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dengan Kepala BPS Kediri Ellyn T Brahmana. (foto istimewa )
 
 Alhamdulillah Kota Kediri pada 2016 tercatat ada 39 ribu usaha atau perusahaan yang dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan klasifikasi buku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 2015
 
Kediri (Antara Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebut jumlah usaha atau UMK di Kota Kediri, Jawa Timur, cukup tinggi, dimana pada 2016 mencapai lebih dari 39 ribu usaha.
     
"Alhamdulillah Kota Kediri pada 2016 tercatat ada 39 ribu usaha atau perusahaan yang dikelompokkan dalam 15 kategori lapangan usaha sesuai dengan klasifikasi buku lapangan usaha Indonesia (KBLI) 2015," katanya di Kediri, Selasa.
     
Ia menyebut, data tersebut adalah hasil dari sensus ekonomi yang dilakukan oleh BPS pada 2016. Dari skala usaha, perusahaan di Kediri dapat digolongkan menjadi dua yaitu usaha menengah besar (UMB) dan usaha mikro kecil (UMK) masing-masing 97,18 persen dan 2,82 pesen. 
     
Dibandingkan dengan sensus ekonomi 2006, jumlah usaha atau perusahaan di Kota Kediri meningkat sebesar 19,52 persen. Wali Kota menegaskan, usaha yang banyak berkembang di Kediri adalah usaha menengah atau usaha kecil. 
     
BPS menyebut, dari kriteria klasifikasi UMK, Kediri mempunyai keunikan, yaitu berada pada urutan 32 terbesar. Begitu juga dengan usaha menengah besar, Kediri juga mempunyai andil besar untuk perusahaan tingkat Jatim.
     
Usaha di Kediri, juga merata di tiga kecamatan, yaitu Mojoroto, Kota, dan Pesantren. Distribusi usaha atau perusahaan menurut lapangan usaha pada 2016 didominasi lapangan usaha perdagangan besar dan eceran sebanyak 39 persen dari seluruh usaha yang ada di Kota Kediri.
    
Setelahnya, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 29 persen, industri pengolahan sebesar 6 persen, dan selebihnya 26 persen merupakan lapangan usaha lainnya. 
     
Ia mengakui, banyak fatkor yang memicu tingginya jumlah UMK di Kota Kediri, misalnya mempermudah perizinan. Dengan itu, banyak orang bekerja di Kota Kediri, serta beragam kegiatan seperti "Car free night", "Car free day", serta bazar.
    
Untuk sebaran tenaga kerja di Kota Kediri, UMK paling banyak menyerap tenaga kerja yaitu sebanyak 58,20 persen. Jumlah tenaga kerja itu paling banyak bekerja di perusahaan  yang ada di Kecamatan Kota, hingga lebih dari 76 ribu atau 52,53 persen dari seluruh tenaga kerja di kota ini. 
     
"Ini menunjukkan ekonomi di Kediri lebih stabil, karena UMK nya semakin meningkat artinya program pemerintah daerah banyak yang berjalan sempurna dan ke depan perekonomian akan terus meningkat dan berdampak pada masyarakat tidak mampu," katanya.
     
Lebih lanjut, Wali Kota juga mengatakan semakin tingginya jumlah UMK di Kota Kediri, juga bisa menjadi salah satu solusi bahwa pengangguran juga bisa tergarap.