
ADAKITANEWS, Kota Kediri – Michael White arsitektur dan juga budayawan dari Australia memberikan konsep cerita Panji untuk mengelola Taman Sekartaji. Konsep ini diberikan cuma-cuma kepada Wali Kota Kediri untuk kengembangkan potensi budaya di Kota Kediri.
Michael White merupakan pemerhati budaya Indonesia yang sudah puluhan tahun tinggal di Pulau Dewata Bali. Bahkan, dia sudah resmi memiliki nama Indonesia yakni Made Wijaya.
Made Wijaya yang juga seorang arsitektur ini, pada Sabtu (10/10) menyempatkan diri singgah di Kota Kediri. Dia melakukan observasi ke sejumlah situs purbakala, diantaranya makam Syech Wasil di kompleks makam auliya’ Setono Gedong, dan situs Dewi Kilisuci di kawasan Selomangleng Kota Kediri.
Kedatangan budayawan dari negeri kanguru disambut hangat oleh Abdullah Abu Bakar Wali Kota Kediri. Dia bersama dua temannya dari Inggris berkesempatan singgah di rumah dinas Wali Kota, Jl.Basuki Rahmad Kota Kediri.
Kepada mas abu sapaan akrab Wali Kota, Made Wijaya menyampaikan kekagumannya Kota Kediri. Menurut Made Wijaya, Kota Kediri memiliki potensi luar biasa dalam hal budaya. Hal ini, dia lihat dari peninggalan purbakala yang mempunyai nilai seni tinggi. “Saya sangat kagum dengan budaya Kota Kediri termasuk peninggalannya,” kata Made Wijaya kepada Walikota Kediri.
Dari kekagumannya ini, Made Wijaya yang akrab di panggil Pak Wijaya menyampaikan beberapa gagasan untuk pengembangan potensi budaya di Kota Kediri. Bahkan, pak Wijaya siap membantu Pemkot Kediri dengan memberikan desaign (lanscape) secara cuma-cuma.
“Saya siap membantu pengembangan potensi budaya Kota Kediri, sesuai bidang saya, arsitektur,” kata pak Wijaya.
Mas Abu Walikota Kediri mengapresiasi keinginan Made Wijaya dalam mengembangkan potensi budaya kota Kediri. “Pak Made ini asalnya orang Australia, tapi beliau sangat peduli dengan budaya Kota Kediri. Kami sangat berterima kasih ada bule melalui disiplin ilmu yang dia miliki, ikut menyumbangkan gagasan untuk kemajuan Kota Kediri,” ujar Mas Abu.
Menurut mas Abu, salah satu gagasan dari Michael White adalah pengelolaan Taman Sekartaji, yang konsep dan arsitekturnya nanti dibuat berdasarkan cerita Panji. “Pak Michael White atau pak Wijaya ini awalnya prihatin dengan keberadaan Taman Sekartaji, yang kondisinya tidak mencerminkan kebesaran Dewi Sekartaji. Makanya beliau bersedia membuatkan desain untuk Taman Sekartaji agar kebesaran nama Dewi Sekartaji bisa muncul, sekaligus sebagai salah satu simbol (icon) lokasi Kota Kediri,” kata Walikota termuda ini.
Dalam kesempatan tersebut, Made Wijaya memberikan salah satu karyanya yang berjudul Majapahit Style kepada Walikota Kediri. Buku dengan tebal 360 halaman ini merupakan hasil observasinya selama kurang lebih 8 tahun Pulau Jawa. (zay).