Petugas Gabungan Banyak Temukan Sopir Bus Mengalami Hipertensi

Kediri Dalam Berita | 22/06/2017

DetikNews

Petugas Gabungan Banyak Temukan Sopir Bus Mengalami Hipertensi Foto: Andhika Dwi

Kediri - Jelang lebaran dan Mudik 2017, petugas gabungan Dinas Perhubungan, Polres Kediri Kota dan BNN menggelar test urine dan pemeriksaan kesehatan pengemudi kelengkapan serta perlengkapan keselamatan bus angkutan.

Berdasar hasil pemeriksaan petugas, separuh lebih pengemudi bus yang diperiksa, baik bus angkutan antar kota maupun antar kota antar propinsi mengalami hipertensi atau darah tinggi.

Salah satu petugas kesehatan Polres Kediri Kota Ipda Mirna mengaku dari 26 sopir bus yang diperiksa, 15 orang di antaranya hipertensi, bahkan ada yang mencapai 200 lebih saat diperiksa tekanan darahnya.

"Tadi berdasar pemeriksaan, hampir separuh dari supir bus yang diperiksa tekanan darahnya, tinggi semua, cukup berbahaya kalau pas nyetir," jelas Mirna di Terminal Tamanan Kota Kediri, Rabu (21/6/2017).

 

Terminal Tamanan Kota KediriTerminal Tamanan Kota Kediri Foto: Andhika Dwi


Kepala Bidang Managemen Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Kediri Bambang Trilasmono, membenarkan temuan tersebut. Menurut Bambang, temuan ini nyaris terjadi setiap tahun jelang arus mudik, jalan keluar yang ditawarkan dishub adalah sopir istirahat dan menyediakan sopir cadangan di setiap bus.

"Ini sudah menjadi atensi kami, kami selalu mengimbau pada pengemudi atau sopir agar jangan memforsir tenaga, istirahat dan menyediakan sopir cadangan pada setiap bus," jelas Bambang.

Dari pantauan detikcom, selain memeriksa kesehatan, tidak ditemukan pelanggaran yang berarti pada kendaraan bus. Hanya ada beberapa lampu penerangan bus dan lampu tanda stop maupun lampu sein yang mati, sehingga pelanggaran diberikan hukuman teguran dan peringatan.