Kediri (beritajatim.com)--Langkah Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk running dalam Pemilihan Walikota Kediri tahun 2018 mendatang telah mendapatkan restu dari Muslimat Nadhlatul Ulama (NU). Meskipun tidak resmi, karena organisasi ini bersifat independen, tetapi dukungan itu bergerak masif.
Doa dan dukungan disampaikan ribuan Muslimat yang hadir dalam acara Pengajian Ahad Pahing dan Santunan Yatim Piatu Bulan Muharram 1439 H Muslimat NU Kota Kediri di Pondok Pesantren Al Islah, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Minggu (24/9/2017) pagi.
"Saya mohon doa restu kalau Allah ngijabahi, maju lagi dalam Pilwali Kediri nanti,?" tanya Mas Abu, panggilan akrab Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya.
Ternyata mayoritas Muslimat yang hadir serentak menjawab akan memberikan doa dan restunya.
Restu dari organisasi sosial keagamaan besar ini (Muslimat) tentu membuat Mas Abu tersenyum sekaligus terharu. Dalam pernyataan selanjutnya, walikota berusia 37 tahun ini berjanji akan menggandeng kembali wakilnya Lilik Muhibbah dalam pilwali mendatang.
Lilik Muhibbah, yang akrab disapa Ning Lik, merupakan Ketua Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kota Kediri. Selama hampir empat tahun bersama sama memimpin Kota Kediri, pasangan ini sangat harmonis. Keduanya saling melengkapi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Secara terpisah, Ning Lik mengakui, doa dan restu yang disampaikan Muslimat kepada Mas Abu terlihat dari anggota yang sudah sepuh sepuh (tua) yang berdoa dengan tulus. Semoga doa tersebut dapat terwujud.
Jumlah anggota Muslimat NU di Kota Kediri kurang lebih 7.025 orang. Organisasi ini tergolong memiliki keanggotaan yang besar untuk ukuran ormas di Kota Kediri. PC Muslimat NU juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan. Seperti santunan yatim piatu dan pengajian keliling setiap hari Minggu.
