Sungai di Kota Kediri Dipenuhi 2 Kuintal Sampah Popok Bayi

Kediri Dalam Berita | 26/09/2017

Sungai di Kota Kediri Dipenuhi 2 Kuintal Sampah Popok Bayi

 

KBRN, Kediri : Sejumlah aktivis penggiat lingkungan peduli sungai di Kediri menemukan 2 Kuintal popok bayi bekas saat membersihkan jembatan di sekitar Kota Kediri, Senin (25/09/2017).

Mereka, aktivis lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) Jawa Timur melakukan evakuasi popok bayi yang dibuang sembarangan di sejumlah sungai yang mengarah ke Sungai Brantas di Kediri Jawa Timur.

Terdapat 6 jembatan yang disambangi oleh aktivis lingkungan, diantaranya Jembatan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jembatan KH. Ahmad Dahlan, Jembatan Ngampel, Jembatan Jalan Pk Bangsa, Jembatan Tosaren  dan Jembatan Semampir Kota Kediri.

Azis, koordinator aksi, mengatakan kegiatan membersihkan sungai dengan sasaran popok bayi bekas, bukan lantaran tanpa sebab. Melainkan, pihaknya ingin merubah paradigma dan anggapan masyarakat terkait membakar sampah berupa popok bayi akan membuat kulit bayi gatal atau iritasi.

"Berdasar penyusuran dari 6 sungai ditemukkan 2 kuintal sampah popok bayi. Hal ini disebabkan oleh mitos masyarakat karena membakar popok bekas bayi maka si bayi akan mengalami sakit kulit," kata Azis, saat dilokasi.

Menurutnya, salah satu cara mengatasi sampah popok bayi adalah dengan membakar atau menimbunnya dalam tanah.

"Saya ingin merubah paradigma masyarakat soal bagaimana mengatasi sampah popok, yaitu hanya dengan dibakar dan dikubur. Tidak ada hubungan dengan kulit gatal bayi," imbuh Azis saat ditemui di Jembatan Ngampel, Jalan Raya Kediri-Nganjuk.

Dia juga menguraikan, perilaku masyarakat yang kurang paham tentang bahaya limbah popok menyebabkan mereka membuangnya sembarangan termasuk di sungai. Padahal, popok mengandung zat ecoli yang berbahaya bagi ikan dan manusia. Selain itu dalam kandungan popok terkandung pula pembalut wanita.

Ada tiga unsur yang berbahaya  yaitu plastik pemutih dan pewangi atau pelembut. Dari total keseluruhan sampah yang berada di aliran sungai, 60 persen merupakan sampah popok. Selebihnya, sampah plastik pembalut wanita serta sampah organik.

"Zat yang terkandung dalam popok itu bahaya, ecoli. Jika zat itu dimakan ikan, lalu dikonsumsi manusia sangat berbahaya bagi manusia," pungkasnya.

Terpisah, Sudardi, warga sekitar yang berkediaman disekitar sungai, mengaku setiap hari warga yang melintas di jembatan selalu ada yang membuang sampah bekas popok bayi. Bahkan, dirinya pernah melarang malah di maki oleh pengguna jalan tersebut.

"Hampir setiap hari ada saja yang buang popok dalam plastik.Saya tahu, karena saat jatuh, plastiknya tersingkap. Saya ingatkan jangan buang sampah malah dimarahin," ucapnya.

Sekedar diketahui, sampah yang berhasil dari sungai tersebut, dibawa ke dinas lingkungan hidup setempat agar mendapatkan perhatian secara serius, lantaran sangat berbahaya jika dibiarkan.