Jaga Situasi Aman Pemkot Kediri Buat Nota Kesepakatan Dengan 10 Perguruan Silat

Kediri Dalam Berita | 28/09/2017

Jaga Situasi Aman, Pemkot Kediri Buat Nota Kesepakatan Dengan 10 Perguruan Silat
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) - Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Kediri membuat Nota Kesepakatan dengan 10 Ketua Perguruan Pencak Silat di Kota Kediri. Kesepakatan bersama ini dalam rangka menciptakan situasi aman dan kondusif di Kota Kediri.

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, situasi keamanan di Kota Kediri telah kondusif. Kondisi ini tendu didambakan oleh seluruh masyarakat, tak terkecuali para pendekar silat.

"Pencak silat adalah seni beladiri murni dari Indonesia yang menjadi tonggak persatuan bangsa. Pencak Silat adalah warisan budaya yang harus kita lestarikan dan seluruh anggota perguruan pencak silat harus bergandeng tangan menjaga keamanan dan persaudaraan di seluruh Indonesia, terutama Kota Kediri," ujarnya.

Mas Abu berharap slogan "Tunggal guru ojo ganggu, tunggal murid ojo jiwit" tidak hanya menjadi slogan saja, namun dapat diterapkan dalam keseharian. Sehingga kebersaman tersebut dalam menjaga kondusifitas di Kota Kediri.

Untuk diketahui sebanyak 10 perguruan pencak silat yang menandatangani MoU ini diantaranya Ikatan Kera Sakti Pemuda Indonesia (IKSPI), Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Pagar Nusa (PN), Perguruan Silat Nasional ASAD (Persinas ASAD), Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI), Perisai Diri (PD), Tapak Suci Putera Muhammadiyah (TSPM), Pendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat (PORSIGAL), Pandan Alas (PA) dan Jiwa Suci.

Turut menyaksikan dan menandatangani MoU tersebut, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Kediri Siswanto, Kajari Kediri Martini, Kapolresta Kediri Anthon Haryadi, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Dandim 0809 Kediri yang diwakili Kasdim 0809 Kediri.