Riono Asnan Gantikan Bejo Latih Persik Kediri

Kediri Dalam Berita | 05/10/2017

ANTARA News Jawa Timur

Riono Asnan Gantikan Bejo Latih Persik Kediri
Manajer Persik Kediri Anang Kurniawan. (foto Asmaul Chusna)
 
 Tidak banyak pertimbangan (memutuskan merekrut pelatih baru). Yang jelas, pelatih Bejo ada panggilan pelatihan lisensi B AFC di Jakarta dan kebetulan tanggal pelaksanaan bersamaan dengan waktu pelaksanaan 'Ply off'
 
Kediri (Antara Jatim) - Manajemen Persatuan Sepak Bola Indonesia Kediri (Persik) di Kediri, Jawa Timur, merekrut Riono Asnan, sebagai pelatih kepala menggantikan pelatih lama Bejo Sugiantoro yang ikut pelatihan lisensi B AFC di Jakarta.
     
"Tidak banyak pertimbangan (memutuskan merekrut pelatih baru). Yang jelas, pelatih Bejo ada panggilan pelatihan lisensi B AFC di Jakarta dan kebetulan tanggal pelaksanaan bersamaan dengan waktu pelaksanaan 'ply off'," kata Manajer Persik Kediri Anang Kurniawan di Kediri, Selasa.
     
Ia mengatakan, manajemen sangat menghargai keputusan dari pelatih Bejo. Manajemen tidak bisa membatasi karir pelatih ke depannya, sehingga harus mencari pelatih baru menggantikan pelatih yang lama.
     
"Ini tentunya sangat penting. Selain kami harus memikirkan Persik harus bertahan di liga dua, kami juga tidak bisa membatasi karir pelatih ke depannya," katanya.
    
Anang juga mengatakan, dari keterangan pelatih Bejo, panggilan untuk ikut pelatihan lisensi B AFC di Jakarta tersebut baru turun pekan lalu. Manajemen akhirnya memutuskan untuk merekrut Riono Asnan menggantikan posisi Bejo sebagai pelatih di Persik Kediri.
     
Ia juga mengakui, kondisi itu tentunya juga ada risikonya, terlebih lagi saat ini kompetisi juga sudah hampir selesai. Namun, ia berharap dengan adanya pergantian pelatih itu tidak membuat semangat para pemain kendur bahkan menjadi lebih meningkat.
     
"Ini semua memang ada risikonya, apalagi di akhir kompetisi. Ini menit terkakhir, 'Injuri time' tapi ini sebagai upaya kami, adanya pelatih, kami berjuang keras, apalagi tidak ada. Jadi, ini memang ada pertimbangan," kantanya menjelaskan.
     
Terkait dengan dipilihnya sosok Riono Asnan sebagai pelatih baru Persik Kediri, Anang mengatakan hal itu sudah berdasarkan beberapa pertimbangan. Sebelumnya, terdapat beberapa nama pelatih yang dibahas di rapat yang diikuti pengurus, termasuk akan merekrut pelatih asing, tapi akhirnya memilih Riono Asnan.
    
"Dari manajemen sudah diskusi termasuk dengan asisten pelatih, pengurus, dan juga mencari informasi ke luar dan kami memantabkan Riono Asnan sebagai pelatih. Ia pengalaman, senior, lisensinya A AFC dan dari sini secara pengalaman jauh di atas pelatih Bejo, apalagi karakternya keras, disiplin. Beberapa kali meloloskan sebuah klub ke liga atasnya," katanya.
     
Ia berharap, dengan direkrutnya pelatih baru itu bisa membawa dampak positif untuk tim. Ke depannya, Persik Kediri juga bisa berkesempatan untuk lolos babak selanjutnya, bahkan bisa naik ke divisi paling atas. Untuk saat ini, Persik juga fokus untuk pertandingan ke depannya. 
     
Untuk komposisi pemain, Anang mengatakan dari manajemen mengadakan evaluasi pemain yang ada, termasuk melanjutkan program pelatih lama. Manajemen juga berniat untuk menambah pemain terutama bagian "Striker", demi menambah daya dongkrak tim saat bertanding.
    
"Manajemen sudah meminta untuk segera mengeluasi pemain yang ada dan melanjutkan program pelatih lama, untuk konsepnya. Namun, serta merta itu juga kewenangan pelatih yang sekarang. Kami juga sudah maraton sejak tadi malam hingga tadi pagi, membahas dan akan menambah kuota pematin. Target kami 'Striker' dulu," kata Anang.
     
Walaupun berniat merekrut pemain baru, Anang masih enggan mengungkapkan sosok pemain yang direkrut tersebut. Manajemen juga sudah komunikasi dengan yang bersangkutan dan secepatnya datang ke Kediri. Dengan lebih cepat, tentunya akan bisa berlatih dengan tim lainnya, sehingga bisa cepat kompak dalam bertanding. 
     
Sebelumnya, Persik Kediri harus mengalami pergantian pelatih di masa pramusim 2017. Bejo Sugiantoro ditunjuk untuk menjadi pelatih kepala, menggantikan Dwi Priyo Utomo, yang harus meninggalkan Kediri, karena harus menangani tim nasional junior. Manajemen akhirnya menunjuk Bejo sebagai pelatih kepala, naik pangkat dari sebelumnya asisten pelatih. 
 
Persik Kediri ikut kompetisi di babak play-off liga II. Di babak ini diikuti 16 tim. Persik tergabung di Grup F bersama Yahukimo FC, PSIR Rembang, dan PS Timah Babel. Babak ini memperebutkan lima tiket untuk bertahan di Liga II musim depan.