Kediri (beritajatim.com) - Disaat tim Persik Kediri harus berjuang untuk lolos ke fase grup agar tetap bertahan berkompetisi di Liga II PSSI, pelatih kepala Bejo Sugiantoro harus pamitan mundur dari tim.
Mundurnya legenda hidup Persebaya Surabaya ini dikarenakan ia harus memenuhi panggilan untuk mengikuti kepelatihan lisensi B AFC di Jakarta. Secara kebetulan, jadwalnya berbenturan dengan pertandingan play off di Sidoarjo, pada pertengan bulan September.
Untuk mengisi ke kosongan di kursi pelatih kepala, pihak manajemen kemudian merekrut pelatih berpengalaman Riono Asnan.
Anang Kurniawan mengakui, jika pergantian posisi pelatih kepala ini, nantinya sangat beresiko tinggi, mengingat kompetisi sudah berjalan penuh dan memasuki fase Play Off.
"Keputusan memang harus segara diambil secera cepat untuk mengisi ke kosongan pelatih kepala, pasca mundurnya Bejo Sugiantoro," ujar pria yang juga menjabat sebagai Kepala DPM PTSP tersebut.
Seperti diketahui, untuk bertahan di Liga II Persik Kediri harus menjalani babak play off dengan sistem tournament di Sidoarjo bersama tiga klub lainya yakni PSIR Rembang, Timah Bangka Belitung dan Yokohima FC.
Dari empat tim, nantinya akan diambil satu klub, sebagai juara grup, untuk bertahan di Liga II. Selain itu dari empat grup, nantinya akan dipilih satu klub sebagai runer up terbaik.
