
KBRN, Kediri : Munculnya imbauan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy agar para guru tidak memberi pekerjaan rumah (PR) bagi anak didiknya, ditindaklanjuti Pemkot Kediri, dengan menginstruksikan seluruh pengajar tidak memberikan PR ke pelajar, khususnya Sekolah Dasar (SD).
Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, membenarkan adanya penerapan tersebut.
"Sekolah jangan lagi memberikan PR atau istilahnya pekerjaan sekolah yang dikerjakan di rumah. Karena pekerjaan rumah seharusnya kegiatan yang memperkuat karakter anak," kata Chevy, saat ditemui di kantornya, Kamis (5/10/2017).
Menurutnya, penguatan Pendidikan Karakter (PPK), merupakan pendidikan yang akan membuat karakter anak sedari dini menjadi lebih mandiri. Sehingga kegiatan yang dilakukan merupakan kegiatan yang ada di sekeliling rumah, menyapu, mengepel, cuci piring, kerja bakti dilingkungan rumahg tinggalnya.
"Pekerjaan rumah itu seperti menyapu, mencuci, kerja bakti kampung. agar siswa lebih mandiri, bukan PR matematika," tegasnya.
Sekedar diketahui, Kota Kediri saat ini sedang fokus melakukan penguatan pendidikan karakter. Ada empat sekolah yang menjadi pilot project penguatan pendidikan karakter, di antaranya SMPN 1, SD Banjaran 4, SD Burengan 2, serta SD Sukorame. Nantinya dalam pendidikan karakter ada lima nilai yang harus dikuatkan dalam diri pelajar.