Kediri (beritajatim.com) - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) kepada masyarakatnya. Kali ini prodamas diberikan di Kelurahan Tosaren dan Pesantren, Kecamatan Pesantren.
Mas Abu Walikota Kediri mengatakan, Prodamas harus bisa memenuhi apa yang dibutuhkan oleh warga. Dengan adanya berbagai program Kota Kediri yang berbasis kemasyarakatan, pihaknya meminta supaya tidak ada masyarakat Kota Kediri yang sedang membutuhkan, tidak dapat dibantu.
"Untuk itu, saya minta pak RT RW dan Lurah untuk selalu memperhatikan warganya dan membantu mendapatkan pelayanan program-program Kota Kediri," ujarnya.
Kunci sukses Prodamas, kata Walikota 37 Tahun ini adalah rembug warga, untuk itu seluruh masyarakat harus ikut serta dalam rembug warga.
"Tolong rembug warga harus ikut, dasar acuan untuk pelaksanaan program Prodamas adalah rembug warga. Kalau ada masalah yang terjadi, sampaikan disana untuk dicari solusinya. Jika tidak dapat terselesaikan, nanti sampaikan di Kopi Tahu, kita carikan solusi terbaik disana," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bagian Pemerintahan Un Achmad Nurdin menyampaikan bahwa proses penyampaian bansos Prodamas Kota Kediri pada tahun 2017 telah mencapai 80 persen.
Hadir dalam acara tersebut, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Kepala Bagian Pemerintahan Un Achmad Nurdin, Asisten dan dinas terkait.
Usai menyampaikan bansos Prodamas, Ning Lik mengunjungi salah satu penyandang disabilitas Kota Kediri. M. Fajar namanya, cucu dari Mbah Juminah warga RT23 RW4 Kelurahan Pesantren yang mengalami disabilitas sejak kecil.
"Pemerintah Kota Kediri memberikan bantuan agar dapat memberikan bantuan semangat mereka untuk terus berjuang. Semoga bantuan ini bisa meringankan kebutuhan sehari-hari mereka," ujar Ning Lik.
