Kemenristekdikti Berharap Politeknik Kediri Jadi Solusi Hadapi Bonus Demografi pada 2019

Kediri Dalam Berita | 16/10/2017

 

KBRN, Kediri : Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meminta Pemerintah Kota Kediri menjadikan Politeknik Kediri sebagai solusi menghadapi Bonus Demografi di Jawa Timur pada tahun 2019, terutama yang didominasi penduduk usia produktif.

"Kami bangga bisa hadir pada peresmian Gedung Kampus 2 Politeknik Kediri ini. Kami yakin, keberadaannya dapat mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berkompeten di dunia kerja," kata Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti, Kemenristekdikti, Patdono Suwignjo saat menghadiri peresmian Gedung Kampus 2 Politeknik Kediri, di Jalan Lingkar Maskumambang, Kota Kediri, Sabtu (14/10/2017).

Dia menjelaskan bahwa mahasiswa lulusan politeknik ditargetkan dapat diterima di dunia kerja. Syaratnya, di samping lulus mendapat ijazah maka setiap mahasiswa juga harus memiliki sertifikat kompetensi dan minimum satu sertifikat kompetensi.

"Mulai akhir tahun 2019, kami tidak mengizinkan Politeknik di Indonesia melakukan wisuda pada mahasiswanya, tanpa memiliki sertifikat kompetensi," ujarnya.

Terlebih, sebut dia, selama ini sektor industri di Indonesia tidak butuh lulusan universitas yang lebih banyak menerima teori daripada praktek. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat mulai tahun 2017 tidak memberikan izin pendirian universitas baru di manapun.

"Sesuai perkembangan industri sekarang,yang mereka butuhkan adalah tenaga terampil. Bukan lulusan yang selama ini memperoleh pengembangan ilmu, seperti di universitas," katanya.

Patdono mencontohkan, di Jerman, komposisi jumlah universitas di sana hanya 20 persen sedangkan politeknik mampu 80 persen. Sementara, kondisi di Indonesia berbeda yakni jumlah politeknik hanya 5,4 persen dan belum dikembangkan secara serius.

"Jumlah universitas di Indonesia sudah terlalu banyak atau mencapai 4.300 perguruan tinggi, sedangkan jumlah politeknik di negeri ini hanya ratusan saja," katanya.

Di lokasi yang sama, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, tampak meresmikan gedung baru Kampus 2 Politeknik Kediri. Peresmian itu menandai gedung baru Kampus II Politeknik Kediri dan sudah bisa langsung difungsikan.
 
"Keberadaan Politeknik Kediri tak lepas dari perjuangan yang panjang, untuk mendirikan sebuah politeknik yang baik dan berkualitas di Kota Kediri. Saat dulu Kota Kediri dikenal sebagai kota yang memiliki potensi di bidang perdagangan, jasa dan pariwisata," katanya.

Namun, tambah dia, ternyata Kota Kediri tidak banyak memiliki tempat yang dapat digunakan untuk pariwisata. Akhirnya Pemerintah Kota Kediri menggandeng Prof. Rhenald Khasali untuk menganalisis sebenarnya apa yang menjadi potensi dari Kota Kediri ini.

"Pada tahun 2014, saya mencoba menggali potensi yang ada di Kota Kediri dengan menggandeng Prof. Rhenald Khasali. Ternyata setelah dianalisa Kota Kediri ini memiliki 3 potensi menonjol mulai perdagangan, jasa dan juga pendidikan," katanya.

Dari potensi yang ada di Kota Kediri, kata dia, Pemkot Kediri fokus pada hal-hal tersebut. Salah satunya yaitu pendidikan karena pemerintah memiliki kepentingan untuk bisa menjadikan pendidikan yang ada di Kota Kediri ini semakin baik dan berkualitas.

"Selama ini kita memiliki PAUD sampai dengan SMA/SMK dan juga Perguruan Tinggi yang handal. Seandainya pendidikan di Kota Kediri ditandingkan dengan daerah lain, kami yakin tidak akan kalah," katanya.

Dia berharap, agar pendidikan di Kota Kediri semakin baik dan berkualitas mulai dari PAUD sampai dengan pergururuan tinggi. Untuk perguruan tinggi, khususnya Politeknik Kediri ini dengan keberadaan gedung baru ini dapat berfungsi secara optimal. Lalu, juga akan menambah peranannya dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga lebih berdaya saing, kompetitif, dan mengharumkan nama daerah, bangsa, dan negara.

"Jumlah mahasiswanya juga harus lebih banyak dari yang tingkat sebelumnya dan kualitas harus lebih bagus juga," katanya. 

Perlu diketahui, fasilitas yang terdapat di Gedung baru Kampus 2 Politeknik Kediri ini antara lain perpustakaan, ruang administrasi, laboraturium dan bengkel, ruang perkuliahan, dan asrama mahasiswa. Politeknik Kediri ini memiliki tiga program studi yaitu Teknik Informatika, Akuntansi, serta Perawatan dan Perbaikan Mesin dengan jumlah mahasiswa saat ini sebanyak 1.001 mahasiswa.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kota Kediri, Budwi Sunu HS, Direktur Politeknik Kediri Drs. Bambang Soekodiono, MT, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, Kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, Perwakilan dari TNI dan Polri, Dosen dan Mahasiswa Politeknik Kediri.