Kediri (beritajatim.com) - Kota Kediri berhasil masuk ke dalam nominasi kota cerdas. Ini merupakan hasil survei yang dilaksanakan oleh panitia Ranting Cerdas Indonesia.
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menjelaskan, di Provinsi Jawa Timur, dari sekian kabupaten/kota, ada dua kota yang menjadi nominator kota cerdas, yakni Kota Kediri dan Kota Surabaya.
“Alhamdulillah Kota Kediri masuk dalam nominasi kota cerdas. Ini adalah hasil dukungan dari semua pihak terutama dari masyarakat," ujar Mas Abu, panggilan akbrab Kader PAN Kota Kediri ini bangga.
Survei yang dilakukan oleh Prof. Suhono seorang pakar smart city ITB itu, kata Mas Abu dilaksanakan bersama panitia Ranting Cerdas Indonesia yang berasal dari berbagai unsur. Survei dilakukan secara nasional di sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia.
Terkait penilaian untuk menjadi nominasi kota cerdas menurut Mas Abu tidak hanya berdasarkan satu bidang saja, melainkan dari berbagai aspek yang dapat mempengaruhi kemajuan sebuah kota.
"Sebuah kota dikatakan cerdas bukan hanya dilihat dari sejauh mana pemerintah daerahnya bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, namun juga bagaimana penduduknya, pengelolaan lingkungan dan ekonominya," imbuh Mas Abu.
Kendati demikian, pendidikan memang merupakan salah satu faktor utama dipilihnya Kota Kediri sebagai nominasi kota cerdas. Menurutnya, hal tersebut bukan hanya disebabkan semakin membaiknya kualitas pendidikan di Kota Kediri, namun juga karena ada program-program dari pemerintah. Sehingga pelayanan pendidikan di Kota Kediri semakin berkualitas.
"Program EMAS yang sudah berjalan, kemudian fasilitas dan biaya pendidikan yang dialokasikan Pemkot, lalu Politeknik Kediri dan perguruan tinggi lainnya di Kota Kediri, semua itu menjadi faktor pendukung kota cerdas. Poltek Kediri kini sudah menempati kampus II di kawasan Selomangleng. Semoga dengan beroperasinya kampus II Poltek Kediri, semakin meningkat pula kualitasnya," pungkas Mas Abu.
