KBRN, Kediri : Sebanyak 221 pelajar se-Kota Kediri tampak antusias mengikuti Lomba Menulis Sastra di Balai Kota Kediri, dalam rangka memperingati Bulan Bahasa Tahun 2017, Selasa (31/10/2017).
"Ratusan peserta lomba ini terdiri dari pelajar SMP/MTS dan SMA/MA se-Kota Kediri," kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, saat menghadiri Lomba Menulis Sastra dan Bedah Buku 'Maling Gentiri', di Balai Kota Kediri Jawa Timur, Selasa (31/10/2017).
Menurut dia, ajang ini dibagi menjadi dua macam kategori yaitu puisi dan cerpen dengan Tema "Karakter". Berikutnya, dibagi lagi dalam sejumlah sub tema di antaranya Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas.
"Kami sengaja memilih tema 'Karakter', karena saat ini pemerintah sedang gencar menggalakkan Penguatan Pendidikan Karakter (KPK) di berbagai daerah," katanya.
Selain menggelar Lomba Menulis Sastra, tambah dia, Pemkot Kediri juga mengadakan Bedah Buku 'Maling Gentiri'. Buah karya Achmad Zainal Facris, S.Pd, sengaja menjadi bahan Bedah Buku karena dia berhasil menuangkan Kisah Rakyat Kediri, yang dikemas unik dalam sebuah buku.
"Penulis buku ini mengemasnya dalam bentuk komik, tapi tetap mengunggulkan kisah keteladanan dari seorang 'Maling Gentiri'. Apalagi, sesuai cerita rakyat di daerah ini 'Maling Gentiri' memiliki kesamaan perjalanan hidup dengan Robin Hood, yang selalu membantu rakyat kurang mampu," katanya.
Pada kesempatan ini, Pemkot Kediri juga mengenalkan kepada masyarakat bahwa kini telah berdiri Komunitas Literasi. Dengan harapan, berbagai acara yang digelar dalam Bulan Bahasa ini bisa mengilhami generasi muda agar lebih gemar menulis dan membaca.
"Para pelajar yang telah memiliki hobi membaca dan menulis, mereka harus bangga. Karena, kebiasaan itu dapat membantunya lebih dekat lagi dalam meraih cita-cita dan impiannya pada masa mendatang," katanya.
Pada acara tersebut, ikut hadir Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Kediri Dewi Sartika, sekaligus Penulis Buku Achmad Zainal Facris dan peserta Bedah Buku.