SEJARAH : Pemutaran film G-30S/PKI digelar Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)
KEDIRI| duta.co – Agenda pemutaran film bernilai sejarah terkait penumpasan aksi komunis berjudul G-30S/PKI digelar Pemerintah Kota Kediri melalui Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudaparpora) mendapat respon positif dari Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia, melalui Ketua Komisi III Bidang Evaluasi dan Hubungan Antar Lembaga, Mukhlis Paeni.
Pernyataan ini disampaikan dalam Forum Koordinasi dan Kerja Sama Bidang Penyensoran Dengan Pemangku Kepentingan se – Provinsi Jawa Timur di Grand Surya Hotel, kemarin.
Disampaikan Mukhlis, bahwa sebenarnya film tersebut tidak ada permasalahan, hanya saja sesuai aturan bahwa setiap film sejarah yang akan diputar atau dipublikasikan terdapat masa kadaluwarsa.
“Kemudian tim LSF melakukan sensor ulang film G 30S/PKI. Hanya diperbarui izinnya kemudian bisa ditayangkan kembali,” jelas Muhklis.
Gebrakan dilakukan Pemkot Kediri dalam rangka HUT TNI ke – 72, bekerjasama dengan Kodim 0809, merupakan wujud nyata dalam rangka menceritakan sejarah.
“Justru film seperti ini, tidak perlu disensor oleh masyarakat. Ini merupakan sejarah yang harus diketahui generasi muda,” jelasnya.
Menyikapi pernyataan ini, Kepala Disbudparpora Nur Muhyar saat ditemui di ruang kerjanya, menyatakan terima kasih atas dukungan ini.
“Berdasarkan data, kami telah menyelenggaraan pemutaran film selama Bulan September pada 10 titik sesuai kesepakatan dengan pihak Kodim 0809 Kediri. Namun tim Budaya kami, juga melayani permintaan dari kelompok masyarakat diketahui pihak kelurahan untuk melakukan pemutaran film ini,” jelas Nur Muhyar.
Dengan diputarnya film ini, jelas Nur Muhyar, agar generasi muda di Kota Kediri menjadi paham atas sejarah terjadinya pemberontakan dari kelompok komunis yang beraliran anti radikal. “Makanya kami sambut baik, saat Kodim 0809 Kediri berkenan bekerjasama menggelar nonton bareng,” jelasnya.