Warga Gang Makam Kediri Resah Perilaku Negatif Penghuni Kos

Kediri Dalam Berita | 21/11/2017

 
 
Warga Gang Makam Kediri Resah, Perilaku Negatif Penghuni Kos
 
Ibu Rus, warga setempat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) - Satpol PP Kota Kediri gencar melakukan razia cipta kondisi terhadap rumah kos untuk mencegah tindak asusila dan kekerasan terhadap anak. 

Tindakan represif aparat penegak peraturan daerah (perda) ini mendapat apresiasi dari warga, karena selama ini mereka mengakuu resah dengan perilaku negatif penghuni kos yang kerap melangar norma hukum, asusila dan agama.
 
Keluhan disampaikan oleh warga Gang Makam, Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.  Menurut warga, banyak penghuni kos yang menganggu ketertiban lingkungan dan melanggar aturan.
 
“Mereka bersenda gurau melewati jam malam. Dan yang paling seting itu mereka cek cok mulut, laki-laki dan perempuan saling bertengkar, bahkan mengarah pada tindakan kekerasan. Selain itu, ada banyak penghuni yang diketahui melakukan kumpul kebo atau menjalani hubungan tanpa status pernikahan yang sah,” ibu Rus, warga setempat, Senin (20/11/2017).
 
Perilaku negatif dari para penghuni kos yanga da di komplek usaha rumah kos Gang Makam ini menjadi perhatian dari tokoh masyarakat setempat. Ketua RT 2/RW 2 Kelurahan Bangsal Sukrianto mengaku sering menegur penghuni maupun pemilik kos, tetapi terkesan membandel.
 
“Kami sangat mengapresiasi tindakan yang sudah dilakukan Satpol PP dengan razia. Soalnya kami sudah sering menegur, tetapi seakan tidak dihiraukan. Kami juga melakukan pertemuan secara rutin untuk menyampaikan persoalan-persoalan lingkungan akibat perilaku penghuni kos kepada pemilik usahanya,” kata Sukrianto, Ketua RT 2.
 
Di sepanjang Gang Makam, Kelurahan Bangsal ini berdiri lebih dari 20 rumah kos yang dikelola secara pribadi. Warga mengultimatum tegas kepada pemilik kos yang tidak dapat memantau perilaku buruk penghuninya dengan ancaman penutupan paksa sewaktu –waktu.