EDUKASI : Sejumlah siswa SMA Negeri menjalani pembinaan di Mako Satpol PP Kota Kediri (duta.co/Nanang Priyo)
KEDIRI| duta.co -Maraknya siswa bolos menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) dengan Sandi Cegah Tangkal digelar Satpol PP dan Satgas Perlindungan Anak (PA) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Pemerintah Kota Kediri.
Sejumlah warung dan tempat biasa berkumpul disisir puluhan anggota Satpol dan Satgas PA, dimulai pukul 10.00 pada Sabtu (25/11). Dijelaskan Mutakalim, Kabid Perlindungan Anak pada Dinas P3AP2KB menjelaskan, bahwa pihaknya turut prihatin atas maraknya temuan kasus kenakalan anak dan remaja.
“Kami lakukan edukasi, inventarisir permasalahan yang dialami anak – anak dan remaja. Kemudian berusaha kami carikan solusi agar menjadikan pemuda yang bermental baik dan memiliki visi misi positif demi masa depan mereka,” jelas Mutakalim dikonfirmasi usai Razia Cegah Tangkal Siswa Bolos.
Mirisnya, saat petugas gabungan melakukan razia di warung Pak Djais, berada di pintu masuk Masjid Auliya’ Setono Gedong, malah diusir oleh pemilik warung.
“Pergi… pergi… Ganggu orang jualan, anak sekolah ngopi kok dikira mbolos. Jika di sini ada anak bolos atau ngopi saat jam sekolah, pasti saya suruh pergi,” jelas Djais, juga mendorong wartawan yang turut dalam razia gabungan.
Aksi ini tentunya menarik perhatian sejumlah anggota Satpol, kemudian meminta sejumlah siswa SMA Negeri di Kota Kediri ini naik ke mobil patroli.
“Namanya pemilik warung orientasinya uang. Berdasarkan hasil pantauan kami, selanjutkan ditindaklanjuti hari ini. Bila kemudian menghalang – halangi atau mengintervensi kinerja kita, tentunya bukan sebagai contoh pemilik usaha yang baik. Tentunya paham peraturan dan tupoksi Satpol PP,” tegas Kabid Trantibum, Nur Khamid.
Setelah mendapatkan pembinaan dari Satpol PP dan Satgas PA, mengingat ke – 4 siswa masih memakai seragam sekolah, kemudian dihadirkan wali kelas dan guru Bimbingan Konseling, untuk membuat surat pernyataan.