Kediri (beritajatim.com) - Kota Kediri mentargetkan naik strata madya dalam program Kota Layak Anak (KLA) pada kurun waktu dua tahun ke depan. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat sebagai koordinator pelaksana program menyadari adanya sejumlah kelemahan dalam hasil evaluasi tahap pertama atau penilaian pratama (dasar).
Ada 31 instrumen hak-hak anak yang terbagi dalam 5 kluster menjadi poin dalam penilaian ini KLA ini. Menurut Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AP2KB setempat Mutakalim mengatakan, dari 31 instrumen yang wajib dipenuhi setiap daerah dalam penilaian KLA, di Kota Kediri baru tercukupi 12 instrumen hak untuk anak.
“Kelemahan itu telah dievaluasi dan hasilnya diketahui, di Kota Kediri belum semua sekolah dan puskesmas didesain ramah terhadap anak," kata Mutakalim, Senin (27/11/2017).
Rencana pembangunan lembaga pendidikan dan pusat kesehatan seharusnya melibatkan anak. Lingkungan sekolah, katanya, harus sehat dan sumberdaya manusia (SDM) yang dimiliki sudah mengetahui tentang hak asasi anak. Setidaknya di setiap sekolah maupun puskesmas harus ada tempat permainan untuk anak, ruang tunggu khusus anak, bukan ruang umum yang mengharuskan anak bercampur dengan orang dewasa .
DP3AP2KB mematok target Strata Madya Kota Kediri Layak Anak dalam dua tahun ke depan. Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan satuan kerja terkait dan menciptakan terobosan serta inovasi baru. Seperti menyulap lembaga pendidikan ramah anak dengan menggandeng usaha kesehatan sekolah (UKS) di setiap sekolah, serta mengoptimalkan peran satuan tugas perlindungan perempuan dan anak (Satgas PPA) di lingkungan masyarakat.
