Kediri, koranmemo.com – Namanya, Munawaroh warga Kelurahan Tosaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Sejak lahir, wanita yang aktif di organisasi Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) ini sudah tidak bisa menggerakkan kaki layaknya manusia normal. Tapi, kondisi ini tidak menjadikan ibu rumah tangga itu patah semangat, terbukti dengan segudang prestasi yang sudah pernah diraihnya. Dan kini, wanita 45 tahun ini mengemban tugas untuk mensukseskan Pilwali Kota Kediri dan Pilgub Jawa Timur 2018 nanti sebagai anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS).
Ada yang berbeda dalam pelantikan anggota Program Pengembangan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Wali (Pilwali) Kota Kediri dan Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Rabu (23/11). Dari 158 anggota yang dilantik, ada satu orang yang berbeda dibandingkan yang lainnya. Ketika semuanya maju dengan menggunakan kedua kakinya, wanita yang bernama Munawaroh ini dengan senyumnya maju kedepan podium pelantikan menggunakan kursi roda kesayangannya.
Usai dilantik, Munawaroh menyempatkan waktunya bercetika kepada kami Koranmemo.com tentang bagaimana dia bisa menjadi anggota PPS. Jika dilihat, PPS memiliki mobilitas yang cukup tinggi untuk menjaga agar Pemilu tetap berjalan dengan sportif, dan lancar. Apalagi, dia menjadi anggota PPS di Kelurahan Tosaren yang terkenal memiliki wilayah yang cukup luas diantara kelurahan lainnya di Kota Kediri. Lalu apa yang membuatnya bisa sampai sejauh ini dan menghibahkan dirinya untuk mengabdi kepada masyarakat setidaknya selama menjelang hingga pasca Pilwali dan Pilgub 2018 nanti.
“Saya ingin menciptakan suasana Pemilu yang ramah disabilitas. Karena selama pengalaman saya, ada beberapa kendala yang dialami teman-teman seperti saya ini ketika mengikuti Pemilu. Pertama aksesnya di TPS dan kita juga sering tertinggal informasi tentang tatacara kepemiluan itu,” ujar wanita yang juga sebagai Ketua HWDI Jatim ini.
Semangat itulah yang mendorongnya untuk ikut mendaftarkan diri menjadi anggota PPS KPU Kota Kediri. Saat melakukan pendaftaran, Munawaroh sempat bimbang untuk mendaftar atau tidak. Apalagi, ketika pendaftaran itu dibuka dia sedang berada di Malang. Akhirnya dihari terakhir, tekadnya bulat untuk mendaftar menjadi anggoa PPS setelah mendadapat dorongan dari suaminya tercinta.
“Daftarnya pas hari terakhir pendaftaran. Awalnya pengen coba daftar, tapi posisi masih di Malang jadi agak ragu. Tapi sama suami disuruh coba saja, akhirnya saya daftar jadi anggota PPS,” ujar perempuan yang mendapat Sarjana dijurusan Ekonomi Manajemen di Kampus STIE Pembangunan Malang.
Sementara, Agus Rofik Ketua KPU Kota Kediri mengaku, tidak memberikan perlakuan khusus terhadap Munawaroh selama pendaftaran, tes tulis, tes wawancara hingga ditetapkan sebagai anggota PPS. Munawaroh dianggap pantas menjadi anggota PPS dari 8 orang yang mendaftar di Kelurahan Tosaren.
“Kita tidak membeda-bedakan, semua sama mulai dari syarat-syarat, tes tulis soalnya juga sama dan tes wawancara juga sama. Hanya tempatnya saja yang kita pilihkan beliau tempat yang ada di bawah tidak di lantai atas. Beliau memang berkompeten untuk kita pilih menjadi anggota PPS di Kelurahan Tosaren,” ujarnya.
Setelah dilantik, Munawaroh bersama anggota PPK dan PPS KPU Kota Kediri bersiap untuk tugas yang berat. Mereka akan bertugas untuk ikut mensukseskan dua pemilihan kepala daerah langsung, Pilwali Kota Kediri dan Pilgub Jatim.
