Kediri (beritajatim.com) -- Bincang ringan masa depan atau yang biasa disebut Kopi Tahu kembali digelar.
Kali ini Kopi Tahu digelar dilingkungan RT 02 RW 05 Kelurahan Tinalan. Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar duduk bersama warga untuk membicarakan pembangunan di Kota Kediri serta mereview kembali beberapa usulan warga Kelurahan Tinalan pada Kopi Tahu lalu.
Usulan pertama pada Kopi Tahu sebelumnya yang telah direalisasikan adalah, usulan Yasin RT 02 RW 07 mengenai saluran air di Tinalan Gg. 2 terlalu sempit (15 cm) bila hujan air meluber dan banjir ke pemukiman warga.
Untuk masalah tersebut Dinas Pekerjaan Umum telah melakukan perbaikan yang dilaksanakan tahun 2016. Kemudian usul dari Sangadi RT 03 RW 07 yang meminta agar dilakukan pengeprasan 2 pohon di makam yang membahayakan karena berada di dekat pemukiman warga.
Hal inipun juga telah direspon oleh Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan yang telah memotong pohon tersebut dan dibantu oleh warga Kelurahan Tinalan.
Adapula usulan warga agar dipasang lampu peringatan di Tinalan Gg. 3 karena sering terjadi kecelakaan. Dinas Perhubungan Kota Kediri pun telah merealisasikannya pada tahun 2017 untuk pemasangan lampu flashing pada area tersebut.
Walikota yang akrab disapa Mas Abu juga menyampaikan program Pemerintah Kota Kediri kepada masyarakat Kelurahan Tinalan agar masyarakat lebih mengenal program-program dari Pemkot Kediri.
Dalam acara ini pula, Mas Abu mempersilahkan warga Kelurahan Tinalan yang ingin menyampaikan aspirasinya. Salah satunya Suratno, warga RT1 RW4 yang menginginkan untuk pembuatan garis kejut di depan Masjid Al Fallah Kelurahan Tinalan dan lampu peringatan di persimpangan gang 3 timur Kelurahan Tinalan.
"Di lingkungan saya, terutama di area Masjid Al Fallah itu kendaraan melaju dengan kencang. Sudah pernah saya kasih garis namun tidak dihiraukan. Lampu kedip dan tulisan batas kecepatan pun juga tidak ada perubahan. Karenanya saya mohon dikasih garis kejut saja, agar para pengendara bisa lebih pelan dalam mengendarai kendaraan di dalam gang. Untuk di ujung timur pertigaan gang 3 juga mohon diberikan lampu peringatan karena lokasi tersebut sering terjadi kecelakaan," ujarnya
Mas Abu pun merespon langsung dengan meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan survey untuk rambu-rambu yang pas untuk digunakan. "Ini biar di survey Dishub terlebih dahulu. Agar nanti bisa ditentukan rambu lalu lintas yang sesuai dengan kebutuhan," ujar Mas Abu.
Dalam kesempatan itu juga warga, menyampaikan bahwa di RT1 RW5 Kelurahan Tinalan ada janda yang tinggal di rumah tidak layak huni, namanya Ibu Mursiyem.
Sebenarnya warga ingin membantu melalui dana Prodamas, namun hal ini tidak dapat direalisasikan karena rumah yang ditempati Mursiyem bukanlah hak milik sendiri.
Karenanya Mas Abu memberikan solusi untuk bersama-sama membantu Mursiyem. "Bapak Ibu sekalian, ini ada warga kita yang membutuhkan uluran tangan. Monggo jika diantara panjenengan ada yang mau memberikan bantuan atap genting untuk rumah Ibu Mursiyem, nanti saya juga ikut bantu," ujarnya.
Akhirnya, bantuan yang berhasil dikumpulkan warga Kelurahan Tinalan dan Mas Abu mencapai 1900 atap genting untuk rehab rumah Mursiyem.
Melalui acara Kopi Tahu ini, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya menampung usulan masyarakat saja, namun juga merealisasikannya. Dalam kesempatan ini selain dihadiri warga Kelurahan Dandangan dan kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri.