Kediri (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, memberikan sekaligus tiga fasilitas pelayanan dalam acara kopi tahu yang digelar di Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri, yaitu pelayanan kependudukan, pelayanan kesehatan dan pelayanan perizinan. 

 

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan pelayanan ini dilakukan juga sebagai bentuk perhatian pemerintah pada masyarakat. Mereka bisa dialog langsung sekaligus mendapatkan pelayanan secara gratis.

 

"Ini pelayanan untuk masyarakat," katanya di Kediri, Sabtu. 

 

Dalam acara tersebut, Wali Kota mengingatkan kembali beberapa usulan warga Kelurahan Tempurejo, Kota Kediri yang diusulkan pada Kopi Tahu 2017, baik yang sudah direalisasikan maupun yang sedang dalam pengerjaan, misalnya untuk penambahan bangunan baru di TK Darma Wanita Tempurejo I, karena bangunan terlalu sempit dan merupakan warisan Kelurahan sejak tahun 1985. 

 

"Usulan ini telah direalisasikan dengan direhabnya Gedung TK Dharma Wanita I dan untuk penambahan akan dilakukan di tahun 2018 ini," katanya.

 

Usulan lainnya agar dilakukan renovasi jembatan sumber banteng, serta agar dibangun pelengseng sepanjang 50 meter di perbatasan kabupaten dan kota. Untuk renovasi jembatan telah dilakukan pada tahun 2016, sedangkan untuk pelengseng belum menjadi prioritas. Namun sudah dilaksanakan pembangunan pintu air.

 

Selanjutnya, Wali Kota juga mengingatkan kembali usulan mengenai pembangunan pagar makam sepanjang 250 meter dan tempat pendoso. Usulan tersebut telah terealisasi melalui Prodamas 2017 dan pendoso telah terpenuhi dalam prodamas. 

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menjelaskan tentang program pemerintah pota, di antaranya, hibah bansos, taman kota, pembangunan gedung baru RSUD Gambiran dan Kampus 2 Politeknik Kediri. Selain itu, program transportasi gratis bagi pelajar yakni angkutan umum dan bus sekolah gratis juga terus berjalan. Layanan halte bus dan angkutan umum, zona aman selamat sekolah, beasiswa mahasiswa bagi warga kurang mampu, seragam gratis bagi pelajar, "English Massive", perpustakaan keliling, "Homecare", ambulans gratis, serta posyandu lansia dan balita.

 

Mas Abu, sapaan akrabnya juga menyampaikan beberapa pembangunan dari Kelurahan Tempurejo yang dirampungkan dengan dana Prodamas maupun dana Musrenbang.

 

Warga juga meminta agar diberikan pelatihan pengembangan tanaman toga dan pelatihan keterampilan tata boga di Kelurahan Tempurejo. Hal itu dikemukakan oleh Ariyawati, anggota PKK Kelurahan Tempurejo.

 

Wali Kota Kediri berjanji untuk memerintahkan dinas terkait untuk menindaklanjuti permohonan yang diajukan warga. Terkait pelatihan, syaratnya minimal sudah ada 20 orang sebagai anggota dan nantinya akan ada tim survei dari Dinkop UMTK yang melihat kevalidan keanggotaan.