Dalam keterangannya Budi mengatakan , jika kedatanganya ke terminal Tamanan untuk berikan motivasi pada petugas terminal. "Kita ingin merubah mainsead rakyat saat memakai transportasi darat khususnya bis," ungkap Budi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan jika saat ini hingga 2019 pihak dirjen perhubungan darat sudah mempunyai blue print untuk merombak terminal dalam pelayananya, dari bangunan serta pelayanannya.
Dan ke depan dimungkinkan untuk merubah mindset masyarakat dalam pelayanan tiket, pihak kementrian perhubungan darat akan menggunakan e-ticketing. Hal itu agar mengubah pandangan masyarakat yang dulu terminal dipandang tempat calo, preman kotor dan kumuh.
"Jadi pengguna transportasi darat bis cukup membeli secara online dan keberangkatan akan diberi tempat yang layak," kata Budi.
Demi mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan renovasi untuk terminal tipe A seperti yang ada dikota Kediri . Kita sudah anggarkan untuk renovasi per terminal 2,5 milyar " terminalnya kan banyak jadi kita bertahap " pungkas Budi.
Perlu diketahui pada saat ini terminal Tamanan kota Kediri sudah menerima bantuan berupa pembangunan toilet yang lebih layak bagi penguna transportasi darat khususnya Bis.Kedepan terminal bus akan dimodel layaknya stasiun KA maupun bandara Udara ,dengan pemesanan tiket melalui e- ticketing dan tempat tunggu penumpang yang lebih nyaman dan hal tersebut akan direalisasikan 2018 ini.