Kediri (Antaranews Jatim) - Pengawasan pada anak baik dari orang tua serta masyarakat lainnya hendaknya bisa lebih ditingkatkan demi mencegah terjadinya kenakalan pada anak, demikian dikatakan oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.
"Ini adalah kasus, namanya ya anak-anak seperti itu. Yang nanti akan kami tingkatkan untuk pendidikan, pengawasan di luar jam pelajaran, seperti istirahat, pulang sekolah harus diawasi," katanya di Kediri, Sabtu.
Ia prihatin dengan kejadian di Kota Kediri, yaitu pengeroyokan anak-anak yang menyebabkan luka pada temannya, sehingga harus mendapatkan perawatan medis. Kejadian ini harus mendapatkan perhatian dari seluruh pihak.
Menurut dia, anak-anak memang harus terus diawasi. Di sekolah, guru harus harus memantau anak-anaknya, dengan harapan tidak terjadi kekerasan pada anak. Sebab, tanpa pengawasan terutama saat belajar, anak-anak bisa diarahkan ke hal yang positif.
"Anak-anak harus terus diawasi dirahkan ke hal positif jika ada penyimpangan. Kalau ada sesuatu yang janggal, tidak benar bisa diingatkan," katanya.
Ia juga menegaskan pemerintah kota berupaya memberikan beragam terobosan untuk tempat bermain anak. Salah satunya yang dilakukan oleh Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Kota, Kediri. Di tempat ini, kelurahan membuat tempat bermain nanak yang diberi nama "Taman Bahagia".
Dengan anak-anak bisa bermain, diharapkan bisa lebih memberikan tempat untuk mereka mengaktualisasi diri. Kegiatan itu juga bisa sebagai upaya meminimalisir berbagai kenakalan pada anak.
"Ini kan sebuah terobosan di kelurahan menyediakan taman, yang diperuntukkan bagi anak-anak untuk mengaktualisasikan supaya mereka mempunyai kegiatan yang positif. Saya mendukung dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi kelurahan lain, dan semakin banyak taman bisa membawa psikolog perubahan yang baik," katanya.
Kasus kekerasan antaranak terjadi di Kota Kediri. Seorang anak sekolah dasar terpaksa dirawat di rumah sakit karena luka yang dideritanya setelah dikeroyok teman sekolah. Kejadian pengeroyokan itu dilakukan di lokasi sekolah, pada Kamis (18/1).
Hingga kini, korban yang berinisial T tersebut masih dirawat. Ia mengalami luka memar di sejumlah anggota tubuhnya. Ia juga trauma setelah kadian tersebut.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polresta Kediri AKP Kamsudi mengatakan, polisi sudah menerima aduan tentang pengeroyokan tersebut. POlisi saat ini menunggu hasil "Visum et repertum" yang dilakukan pihak rumah sakit.
Pihaknya juga tidak bisa gegabah memroses perkara tersebut, sebab diduga melibatkan anak-anak di bawah umur. Polisi akan melibatkan pendamping untuk mengusut masalah tersebut.
"Kami terima laporan dan sudah menindaklanjutinya, meminta keterangan sejumlah saksi. Untuk untuk terlapor, pemanggilan menunggu hasil visum. Nanti juga ada pendampingan, guru, jika benar indikasi itu. Yang penting untuk saat ini sudah menindaklanjuti untuk penanganan awal," katanya.

