Kediri (Antaranews Jatim) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menegaskan untuk pelantikan pelaksana tugas kepala daerah akan dilakukan oleh Gubernur Jatim, menyusul dengan cutinya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar serta Wawali Lilik Muhibbah karena ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri 2018.

"Sudah pamitan. Untuk ke depannya, nanti menunggu dari Gubernur, pejabat yang ditugaskan sebagai pelaksana tugas," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Apip Permana di Kediri, Senin.

Ia mengatakan, penunjukan Plt Wali Kota Kediri murni dilakukan oleh Gubernur Jatim. Pejabat bersangkutan akan bertugas sementara waktu hingga masa cuti dari kepala daerah di pilkada selesai. Pejabat yang ditunjuk juga hanya menggantikan posisi kepala daerah.

"Sesuai dengan aturan, penggantinya sebagai kepala daerah, walaupun Wawali juga ikut pilkada," kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan dirinya sudah mengurus beragam surat untuk keperluan pilkada, termasuk surat cuti. Saat ini, surat itu sudah diserahkan ke KPU Kota Kediri untuk melengkapi berkas.

Ia mengatakan, cuti akan dimulai pada 15 Februari hingga selesai pencoblosan saat pilkada. Selama masa itu, dirinya dengan Wakil Wali Kota Kediri akan fokus ikut persiapan pilkada, sehingga untuk beragam pekerjaan di Kota Kediri akan ditangani oleh Plt.

"Cutinya nanti sesuai prosedur tanggal 15 sampai habis pencoblosan. Kami sudah persiapan, yang pertama berdoa, mengajak diskusi dengan masyarakat apa yang kurang kami perbaiki," katanya. 

Ia juga menyerahkan sepenuhnya pilihan pada masyarakat. Mereka berhak menentukan calon kepala daerah yang terbaik menurut mereka. Dirinya hanya berupaya yang terbaik untuk pembangunan Kota Kediri. 

"Masalah pencoblosan masyarakat apa, silakan. Kalau kami berdua, saya dengan Ning Lik (Lilik Muhibbah) masih dibutuhkan, siap melayani warga," katanya.

Pilkada Kota Kediri akan digelar pada Juni 2017, bersamaan dengan pilkada se-Indonesia. Di Kota Kediri, akan diikuti tiga pasangan calon, yaitu Aizzudin-Jono, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasanganya Teguh Juniadi.

Sementara itu, saat ini KPU Kota Kediri juga masih mengadakan pencocokan dan penelitian (Coklit) daftar pemilh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri 2018. Dalam kegiatan itu, KPU melibatkan 484 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). 

Jumlah DP4 untuk Kota Kediri adalah 215.120 pemilih dari tiga kecamatan wilayah kota. Daftar itu diberikan oleh pusat dan data tersebut saat ini masih diverifikasi dalam kegiatan coklit.