Kediri (Antaranews Jatim) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar pelayanan ke publik tetap diutamakan, menyusul dirinya yang cuti dengan Wakil Wali Kota Kediri ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018.
"Sebentar lagi mulai tanggal 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018, saya dan Ning Lik akan cuti pilkada. Walaupun saya cuti dan tidak bisa mengawasi langsung program-program Pemkot Kediri, saya berharap agar program-program tetap berjalan dengan baik," katanya saat apel dengan seluruh ASN di halaman Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu.
Kegiatan apel itu diikuti pejabat eselon II/III/IV di lingkungan Pemkot Kediri. Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memaparkan beragam prestasi yang telah diraih oleh pemkot.
Terbaru, pemkot dapat penghargaan atas prestasi dalam akuntabilitas kinerja tahun 2017 dengan predikat nilai B yang sebelumnya Pemerintah Kota Kediri mendapat nilai CC.
Wali Kota mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan tersebut menunjukkan bahwa kinerja Pemkot Kediri meningkat secara signifikan. Hal itu berkat sinergitas antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri.
Dari tahun ke tahun juga banyak penghargaan diraih Kota Kediri. Bukan hanya tingkat provinsi, namun juga di tingkat nasional. Hingga kini, ada sembilan penghargaan di tingkat nasional yang sudah berhasil diraih oleh Kota Kediri sepanjang 2017.
Lebih lanjut, Wali Kota juga mengatakan diraihnya penghargaan itu juga membuat masyarakat Kota Kediri memberikan kepercayaan kepada kinerja Pemkot Kediri. Pelayanan yang ada di Kota Kediri juga sudah semakin lebih baik dan cepat.
"Pelayanan kepada masyarakat harus cepat, tidak ribet dan berbasis dalam jaringan. Seperti di DPM kalau mengurus perizinan, masyarakat tinggal berhadapan dengan sistem dan kalau sudah jadi izinnya diantar pos kerumah pemohon," ujar Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abu Bakar.
Ke depan, Wali Kota Kediri berharap agar pelayanan di kelurahan juga bisa berbasis daring dengan dibuatkan suatu aplikasi agar lebih mudah dan cepat. Selain itu itu petugas pelayanan juga harus senyum agar masyarakat puas dan tidak komplain.
Pilkada Kota Kediri akan digelar pada Juni 2017, bersamaan dengan pilkada se-Indonesia. Di Kota Kediri, akan diikuti tiga pasangan calon, yaitu Aizzudin-Jono, petahana Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah, serta mantan wali Kota Kediri Samsul Ashar dengan pasanganya Teguh Juniadi.
Sementara itu, saat ini KPU Kota Kediri juga masih mengadakan pencocokan dan penelitian (coklit) daftar pemilh dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri 2018. Dalam kegiatan itu, KPU melibatkan 484 petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP).
Jumlah DP4 untuk Kota Kediri adalah 215.120 pemilih dari tiga kecamatan wilayah kota. Daftar itu diberikan oleh pusat dan data tersebut saat ini masih diverifikasi dalam kegiatan coklit.

