TPID Kota Kediri: Harga Bahan Pangan Berangsur Turun

Kediri Dalam Berita | 26/02/2018

inspeksi mendadak

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Termasuk di Pasar Setono Betek Kota Kediri. FOTO: BISNISKINI/AYU CITRA SR

KEDIRI-BISNISKINI: Selama bulan Februari 2018, harga beragam bahan pangan di Kota Kediri berangsur turun. Kondisi ini dipastikan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional.

“Dalam sidak hari ini, TPID Kota Kediri mengunjungi beberapa pedagang di sejumlah pasar tradisional, yakni Pasar Setono Betek dan Pasar Pahing,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Yetty Sisworini, usai menggelar sidak di Pasar Setono Betek Kota Kediri, Jumat (23/02/2018).

 

Upaya tersebut, jelas dia, dilakukan oleh TPID setempat bersama sejumlah instansi terkait untuk memantau harga bawang putih, cabai dan kebutuhan pokok lainnya. Lantaran, meskipun pada awal bulan Februari lalu terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas, tapi kini tidak ditemukan kenaikan harga yang signifikan.

“Jadi, situasinya memang sempat naik turun. Adanya isu kenaikan sebenarnya sudah bisa diatasi pada bulan pertengahan Februari ini,” ungkapnya.

Yetty menambahkan, pada komoditas cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih memang sempat mengalami kenaikan. Namun, sekarang harga sudah mengalami penurunan. “Kami berharap, tidak ada lagi kenaikan harga yang terjadi pada semua komoditas bahan pangan,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, baik kalangan pedagang maupun pembeli, khususnya masyarakat di Kota Kediri tidak akan mengalami perubahan dalam belanja komoditas tersebut.

Dari hasil pantauan TPID Kota Kediri ini, harga bawang putih turun dari harga Rp 38.000 per kg menjadi Rp 36.000 per kg. Lalu, harga cabai rawit juga cenderung turun dari harga Rp 50.000 turun menjadi Rp 45.000 per kilogramnya.

Perlu diketahui, sidak ini juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Kediri, Enny Endarjati, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T Brahmana, serta perwakilan dari Bank Indonesia dan Perum Bulog Subdivre Kediri.