Bank Jatim Dukung Program Transaksi Non Tunai di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 27/02/2018

program gerakan transaksi non tunai di Kota Kediri

Pemkot Kediri menggandeng Bank Jatim Cabang Kediri untuk mendukung keberhasilan program gerakan transaksi non tunai. FOTO: BISNISKINI/AYU CITRA SR

KEDIRI-BISNISKINI: Untuk menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kediri tahun 2018, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menggandeng Bank Jatim setempat. Langkah ini guna mendukung keberhasilan program gerakan transaksi non tunai di Kota Kediri.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kediri, Apip Permana, menyampaikan, upaya itu diwujudkan guna memudahkan beragam transaksi di lembaga pemerintah.

 

“Apalagi, aplikasi program gerakan non tunai ini dimulai sejak tahun ini. Oleh karenanya, pihak Bank Jatim juga memberikan token untuk keperluan transaksi non tunai tersebut,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkot Kediri, Apip Permana, saat menghadiri Media Update bersama Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Kediri, Jumadi, di Balai Kota Kediri, Senin (26/02/2018).

Di sisi lain, jelas ia, dalam pemberlakuan gerakan non tunai ini, Pemkot Kediri juga telah membuat perjanjian kinerja tahun 2018. Tepatnya, dengan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Kediri.

“Selain itu, kami juga telah membuat beragam reformasi pelayanan bagi masyarakat.Dengan perjanjian itulah, diharapkan para OPD bisa melaksanakannya sebaik mungkin, terutama guna menunjang transparansi keuangan daerah,” katanya.

Dia mencontohkan, gerakan transaksi non tunai di Kota Kediri ini juga sekaligus mendukung program pemerintah. Untuk itulah, mulai dari honor pegawai negeri sipil (PNS) hingga belanja daerah, semuanya berlaku sistem transfer melalui bank.

“Upaya ini juga memudahkan kami, khususnya dalam hal meminimalkan transaksi keuangan secara tunai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran Bank Jatim Cabang Kediri, Ester Dwi membenarkan, bahwa Bank Jatim memang memberikan token untuk keperluan transaksi non tunai di lingkup Pemkot Kediri. “Token itu, akan dipegang oleh bendahara di instansi setempat. Tujuannya, untuk menunjang kelancaran beragam keperluan pemerintah,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pada saat ini pihak Bank Jatim Kota Kediri juga sedang melakukan serangkaian pemeliharaan untuk keperluan ‘Internet banking’ tersebut. Ke depan, bendahara yang ditunjuk Pemkot Kediri akan dibantu cara mengoperasikan token tersebut.

“Dengan begitu, para bendahara pemerintah ini tak akan mengalami kesulitan saat melakukan transaksi non tunai,” katanya.