Kediri (Antaranews Jatim) - Pejabat Sementara Wali Kota Kediri Jumadi memaparkan tugasnya yang akan diemban selama sekitar empat bulan menyusul cuti kepala daerah sebelumnya untuk ikut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Kediri 2018.
"Jadi, saya masuk empat bulan, ini sampai Pak Wali Kota selesai ikut konstentasi. Tugas saya, untuk penyelenggaraan pemerintahan berjalan," katanya dalam acara dialog dengan para jurnalis di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Senin.
Ia mengatakan, selama empat bulan dia mempunyai beberapa pekerjaan, misalnya untuk penyusunnan dokumen 2019 termasuk menyusun RAPBD 2019. Berbagai hal telah dilakukan sebelumnya misalnya musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di setiap kecamatan.
"Jadi empat bulan ini, menyusun dokumen 2019, jadi Wali Kota terpilih nantinya akan melaksanakan sesuai dengan hasil perencanaan yang sekarang. Tentu ada dasarnya, tidak seenaknya," kata dia.
Lebih lanjut, ia mengatakan, dalam beragam pembahasan tersebut tetap mengacu pada RPJMD Kota Kediri. Pembahasan juga tetap mengacu pada kebutuhan masyarakat serta kebijakan kepala daerah terdahulu, bahwa Kediri adalah kota jasa.
Ia juga optimistis, perekonomian Kediri ke depan akan lebih baik. Dalam sejarahnya, di Kediri juga ada kerajaan yang cukup besar, sehingga Kediri dipastikan akan jadi kota yang lebih maju lagi. Terlebih lagi, di Kediri informasinya juga akan dibangun bandara, sehingga masyarakat Kediri ke depan bisa menyediakan berbagai keperluan.
"Infrastruktur disiapkan sebagai pusat jasa. Jika ada bandara, ada mobilitas barang dan jasa, dan bisa menyiapkan apa yanf dibutuhkan orang," katanya.
Lebih lanjut, ia juga menambahkan diperbolehkan untuk komunikasi dengan wali Kota sebelumnya (Abdullah Abu Bakar) untuk membahas berbagai rencana program. Salah satu masukan yang ia berikan adalah kegiatan festival di sekitar sungai brantas.
Dengan kegiatan tersebut, bisa mengkolaborasikan agenda yang ada dimensi ekonomi, budaya, hingga religi, sehingga kualitas kehidupan di Kota Kediri bisa lebih bergerak.
"Ini festival bisa kolaborasikan. Ada dimensi ekonomi, dimensi budaya, religi, sehingga agenda tahunan ini jadi kualitas kehidupan kota ini, apakah pertumbuhan, apakah pengangguran bisa turun, apakah kemiskinan juga cepat turun. Jadi, kalau seperti ini kota ini bisa pengaruhi hinterlandnya, ada di Tulungagung, Trenggalek, Blitar, inilah kota yang menjadi kota masa depan," katanya.
Pihaknya juga menegaskan, pemerintah sangat terbuka dengan berbagai macam kritik dan saran demi kemajuan kota ini. Dengan berbagai masukan tersebut, tentunya pembangunan bisa dilakukan dengan baik.

