Kediri (Antaranews Jatim) - Pejabat Sementara Wali Kota Kediri Jumadi meminta agar inflasi di kota ini tetap dijaga, sebagai upaya menekan berbagai kebutuhan terutama pangan yang berpotensi menyebabkan kenaikan inflasi.


Jumadi mengatakan awal Januari Tahun 2018, Kota Kediri dihadapkan dengan tingginya kenaikan harga kebutuhan pangan terutama beras, yang berpotensi mendorong naiknya tingkat inflasi di Kota Kediri. Namun TPID Kota Kediri mampu menekan inflasi hingga ke level 0,14 persen. 


"Tingkat inflasi 0,14 persen tersebut harus tetap dijaga. Pertumbuhan ekonomi harus meningkat tapi inflasinya harus tetap rendah," katanya dalam kegiatan "High Level Meeting" (HLM) yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri di Ruang Rapat Bank Indonesia, Kediri, Jawa Timur, Rabu. 


Menurut dia, TPID Kota Kediri terus menjaga keberhasilan yang sudah diraih dalam mengendalikan inflasi, sehingga Kota Kediri tercatat memiliki rekor inflasi terendah di Provinsi Jawa Timur pada 2016. Selain itu, TPID Kota Kediri juga mendapat penghargaan yang langsung diserahkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai TPID Terbaik se-Jawa di Istana Negara, Jakarta.


Ia berharap adanya sinergisitas yang baik dengan berbagai pihak, sehingga inflasi di Kota Kediri bisa tetap terjaga. Untuk TPID juga harus meningkatkan koordinasi unutk menyiapkan penilaian di 2018.


"Saya berharapnya TPID Kota Kediri untuk meningkatkan koordinasi dan kinerja dalam mempersiapkan penilaian TPID di tahun 2018 ini dan fokus terhadap program pengelolaan pasar grosir di Kota Kediri," ujar Jumadi. 


Lebih lanjut, ia mengatakan kelembagaan TPID Kota Kediri pada 2018 mengalami sedikit perubahan. Pada 2018, Wali Kota Kediri sebagai Ketua TPID yang pada peraturan sebelumnya sebagai Pembina TPID dan yang menjadi ketuanya adalah Sekretaris Daerah. Sekarang ini, Sekretaris Daerah ini menjadi Ketua Pelaksana Harian TPID Kota Kediri.


Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Yetty Sisworini mengatakan dinas dengan seluruh insntansi yang tergabung di TPID telah melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar dan hasilnya memang beberapa komoditas sudah turun.


"Kami sudah memantau harga bahan pokok dan ternyata tidak ada kenaikan harga yang signifikan. Jadi situasinya memang sempat naik turun. Adanya isu kenaikan sebenarnya sudah bisa diatasi di bulan-bulan pertengahan Februari ini," katanya.


Ia mengatakan, awal Februari 2018 lalu memang sempat terjadi kenaikan sejumlah harga komoditas barang. Beberapa komoditas seperti cabai rawit, cabai besar, bawang merah, dan bawang putih memang sempat mengalami kenaikan namun sekarang harga sudah mengalami penurunan.


Pihaknya berharap tidak ada kenaikan harga yang terjadi pada semua komoditas, sehingga baik pedagang maupun pembeli khususnya masyarakat di Kota Kediri tidak akan mengalami perubahan dalam belanja beragam bahan pokok tersebut.


Dalam kegiatan tersebut, hadir anggota TPID Kota Kediri misalnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto, Kepala Badan Pusat Statistik Ellyn T.Brahma, Kepala Perum Bulog Subdivre Kediri Akhmad Kholisun, Plt Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kota Kediri Edi Darmasto, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetty Sisworini, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Semeru Singgih.