"Saya harap anak-anak kita yang berprestasi ini untuk terus dibantu. Jangan sampai berhenti setelah memberikan sebuah penghargaan, karena perjuangan mereka adalah apa yang akan terjadi di masa depan nanti. Sehingga siswa-siswi lulusan dari Kota Kediri bisa memberikan support dalam pembangunan Kota Kediri dan Provinsi Jawa Timur," ujarnya.
Pjs Walikota Kediri yang juga menjabat sebagai Kepala BPKA Provinsi Jawa Timur ini menyampaikan, sebelum datang ke Kota Kediri, iamelihat data statistik yang menunjukkan bahwa di Jawa Timur ternyata banyak lulusan SMK yang menjadi pengangguran. Karenanya, Pemprov Jatim berkomitmen untuk memperbaiki kondisi kualitas pendidikan di SMK se-Jawa Timur yang saat ini perhatian dipusatkan di Madura terlebih dahulu.
Namun sesampainya di Kota Kediri, Jumadi melihat kedudukan Kota Kediri sebagai the service city memiliki banyak sekali potensi penyerapan tenaga kerja untuk restoran, hotel dan jasa-jasa lainnya. "Alhamdulillah kedudukan yang seperti ini bisa dimanfaatkan oleh Pemkot Kediri hingga lulusan-lulusan sekolah disini bisa terserap di dunia kerja," ujarnya.
Dalam acara ini juga dilangsungkan penyerahan simbolis donasi dan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi di Kota dan Kabupaten Kediri. Untuk Kota Kediri sendiri, guru yang mendapatkan prestasi adalah Redy Yudha Barata dan Agus Pramono dari SMKN 2 Kota Kediri yang telah berprestasi sebagai Juara II SMK Tangkas Teknologi tingkat Nasional.
Untuk siswa, Aditya Nur Prasetyo, Vania Ikawati Putri dan Dela Vilanda Baby dari SMKN 2 Kota Kediri yang meraih prestasi sebagai Juara I Lomba Tulis Karya Ilmiah Perbankan tingkat Nasional. Kemudian, Nadhira Hanindya Putri dari SMAN 1 Kota Kediri yang meraih prestasi sebagai Juara I KIR Inovasi Pengolahan Limbah tingkat Nasional, Anggita Juy Hapsari dari SMAN 2 Kota Kediri yang meraih prestasi sebagai peserta Gita Bahana Nusantara dan Nanda Mei Sholichah dari SMAN 7 Kota Kediri yang meraih prestasi sebagai Juara I Atletik tingkat Asia.