https://www.jawapos.com/radarkediri/read/2018/03/27/60330/tim-taekwondo-smpn-4-kediri-borong-enam-me

Kediri Dalam Berita | 29/03/2018

radarkediri

tim taekwondo smpn 4 kediriPRESTASI: Kepala SMPN 4 Kediri Yayuk S. Cahyaningsih berfoto bersama para taekwondoin yang berhasil meraih medali di Kejurprov Jatim. (SHODIQ ASNAWI - JawaPos.com/RadarKediri)

Meski masih pemula dalam cabang olahraga (cabor) taekwondo, enam pelajar SMPN 4 Kediri ini mampu berbicara banyak di Kejurprov Jatim. Tak tanggung-tanggung, tim yang mewakili sekolah berhasil memboyong enam medali. Seperti apa kisahnya?

SHODIQ ASNAWI

Mengenakan pakaian olahraga taekwondo putih, senam siwa SMPN 4 Kediri itu tampak gagah. Dua putra dan empat putri, anak didik sekolah menengah pertama favorit di Kota Tahu tersebut berkumpul di ruang kepala sekolahnya.

Paras mereka tampak semringah dan penuh semangat. Sesekali para remaja itu mengembangkan senyumnya. Ya mereka baru saja menorehkan prestasi membanggakan dalam kejuaraan provinsi (kejurprov) awal Maret 2018 lalu.

Keenam murid itu berhasil memboyong enam medali dari tiga kelas yang berbeda. Yakni tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu.“Kami awalnya ikut kegiatan ekskul (ekstrakurikuler) taekwondo yang ada di sekolah. Lama-kelamaan menjadi asyik dan suka,” ujar Andina Nastiti, siswi kelas VIII SMPN 4 Kediri, yang meraih medali emas dalam Kejurprov Jawa Timur (Jatim).

Karena ditekuni secara maksimal, para taekwondoin remaja ini mampu meraih prestasi bergengsi. Selain Andina, ada dua siswi lagi yang meraih medali emas. Keduanya adalah Dewi Muji Lestari dan Yara Aura Zahro.

Sedangkan medali perak diperoleh Andini Nastiti dari kelas pemula kadet. Untuk medali perunggu diraih Faiz Arka Awanta dari kelas prestasi kadet dan M. Aulia Dhiqi.

Kejurprov Jatim ini telah digelar di Sasana Kridha Anoraga, Pasuruan, pada 2 – 4 Maret lalu. Kejuaraan diikuti oleh pelajar-pelajar dari sekolah se-Jawa Timur. Yang menari, dari enam taekwondoin remaja SMPN 4 Kediri yang berlaga di event itu, dua peraih medalinya adalah dua saudara kembar.

Mereka adalah Andina Nastiti dan Andini Nastiti. Meski memperoleh hasil yang berbeda, tetapi keduanya berhasil memperoleh prestasi gemilang. Padahal dua bersaudara tersebut terlahir dari orang tua yang sama sekali tidak menggeluti cabang olahraga bela diri tersebut.

Bahkan awalnya, kedua orang tua Andina dan Andini sempat melarang anaknya menggeluti olahraga yang berasal dari Korea itu. Pasalnya, bela diri ini terkesan olahraga yang keras dan membutuhkan stamina fisik prima.

Namun dengan niat dan tekad kuat dari kedua putrinya, orang tua saudara kembar tersebut akhirnya mengamini Andina dan Andini ikut berlatih. Sejak itu kedua remaja putri ini mulai menggeluti olahraga bela diri tersebut. “Awalnya orang tua tidak tahu kami ikut taekwondo, mereka juga sempat khawatir,” ujar Andina yang diamini saudarinya.

Lantas bagaimana bisa meraih medali dalam kejuaraan tingkat provinsi itu? Andina dan Andini mengaku, tidak mudah mendapatkan medali di event itu. Apalagi, rival-rivalnya adalah para taekwondoin terbaik dari sekolah-sekolah se-Jawa Timur.

Karena itu, keduanya bersama anggota tim taekwondoin dari SMPN 4 Kediri mempersiapkan diri dengan matang. Program latihan pun digenjot lebih intensif. Menjelang kejuaraan, mereka berlatih selama empat bulan.

“Kami berlatih sebanyak empat kali seminggu selama empat bulan,” timpal Andini.

Hal yang sama diungkapkan oleh Faiz Arka Awanta, taekwondoin SMPN 4 Kediri, yang memperoleh medali perunggu kelas prestasi. Meski menjalani latihan berat, remaja ini merasa latihanya selama empat bulan lalu tidak sia-sia. Sebab, dirinya mampu membuahkan hasil prestasi yang membanggakan.

Selama latihan, Faiz mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya yang akan mewakili sekolah dalam keurprov itu digembleng secara fisik. Selain itu, mereka juga mendalami teknik bela diri taekwondo.

“Kami juga diminta menaikkan power hingga kelincahan saat kejuaraan. Itu kami jalani selama 4 bulan,” paparnya.

Faiz menambahkan, selama tiga bulan digembleng terus dan instensif. Baru sebulan sebelum lomba, porsi latihan agak diturunkan. Remaja yang bermain di kelas prestasi yang merupakan kelas usia di bawah 19 tahun ini melawan siswa SMA.

Selama babak penyisihan, Faiz berhasil mengalahkan lawan-lawannya dari Blitar dan Surabaya. Namun ketika final, prediksi anak yang murah senyum ini benar. Dia bertemu lawan yang usianya di atasnya. Rivalnya itu dari salah satu SMA di Surabaya. Fisik dan juga power yang jauh berbeda membuat Faiz harus puas membawa pulang medali perunggu.

Kepala SMPN 4 Kediri Yayuk S. Cahyaningsih mengatakan, ikut bangga dengan prestasi para siswanya. Terlebih dari enam siswa yang mewakili sekolah, semua berhasil membawa pulang medali.

“Taekwondo adalah salah satu ekskul yang ada di sekolah kami. Dan alhamdulillah sudah mampu berbicara banyak di tingkat provinsi,” pungkasnya.

Tidak ada artikel terkait