Budi Sudarsono 'si Ular Phyton' Kembali ke Persik

Kediri Dalam Berita | 29/03/2018

 
 
Budi Sudarsono 'si Ular Phyton' Kembali ke Persik
 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kediri (beritajatim.com) - Menjelang perhelatan Piala Indonesia 2018 yang diperkirakan, kick off pada Juni mendatang, tim sepakbola Persik Kediri mendapatkan amunisi baru yaitu, striker gaek Budi Sudarsono. Tetapi, mantan pemain Timnas Indonesia ini bukan bergabung sebagai pemain, melainkan menjadi asisten pelatih.

Dengan kehadiran Budi Sudarsono, Pelatih Kepala Persik Kediri, Alfiat kini memiliki dua orang asisten pribadi. Karena sebelumnya, Fachrudin juga resmi menjadi asistennya. Alfiat mengaku, sangat bersyukur dengan kehadiran Budi Sudarsono ditengah-tengah tim yang kini sedang dirintis.

"Dia (Budi Sudarsono, red) akan bantu saya nanti. Dia punya keahlian dan pengalaman, karena sudah masuk timnas. Selain itu dia juga putra daerah. Kami berharap bisa memberikan ilmunya kepada anak-anak," kata Alfiat usai memimpin latihan di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Rabu (28/3/2018) petang.

Budi Sudarsono tampak di tengah-tengah pemain Persik dalam sesi latihan. Dia memberikan motivasi kepada para punggawa Macan Putih, julukan tim asal Kota Kediri ini. Pemain yang memiliki julukan ‘si ular phyton’ memutuskan untuk kembali ke Persik Kediri.

"Persik ini termasuk klub yang membesarkan saya. Tidak ada salahnya saya menyalurkan hobi sepakbola  kepada pemain-pemain Persik," kata Budi yang juga mantan asisten pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi ini.

Dia sangat bersyukur bisa kembali ke Persik. Salah satu orang yang membuatnya kembali adalah pelatih Alfiat dan kerinduan para supporter persikmania.

Sebagaimana diketahui, karena regulasi yang ditetapkan PSSI tentang pembatasan pemain usia 35 tahun di Liga 2, Budi Sudarsono harus gantung sepatu. Sebelum kariernya berakhir, stiker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia ini tercatat membela tim-tim besar seperti, Persija Jakarta, Persik Kediri, Sriwijaya hingga Persib Bandung. Ketika membela Persik, Budi menjadi bagian yang menyelamatkan gelar juara Liga Indonesia, kala itu.

Diakuinya, akibat regulasi PSSI, tidak sedikit pemain yang harus menepi akibat batasan usia. Terlebih, penerapan batasan usia ini juga disertai dengan kuota, sehingga hanya sedikit pemain senior yang tetap bisa beredar.

Tidak ada artikel terkait