Kediri (beritajatim.com) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menyelenggarakan workshop dan klinik digital marketing kepada pelaku UMKM yang berdomisili di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri.
Kegiatan ini dilakukan tiada lain adalah untuk membantu pelaku UMKM dalam mengakses pasar secara on line baik melalui media sosial maupun melalui market place, serta bagaimana membuat foto produk yang berkualitas.
Mengingat masih banyak pelaku UMKM yang belum bisa memanfaatkan digital marketing dalam memasarkan produknya dan penyajian foto produknya masih sederhana."BI Kediri menghadirkan workshop dan klinik ini untuk menangkap kebutuhan akan pentingnya marketing produk UMKM secara digital/on line di masa kini yang penuh persaingan serta mengedepankan efektifitas dan efisiensi dalam konektifitas transaksi," kata Kepala BI Kediri Joko Raharto.
Antusiasme pelaku UMKM untuk mengikuti acara ini memang diluar dugaan, dua hari dibuka pendaftar sudah mencapai 200 orang. Akhirnya Bank Indonesia mengambil kebijakan bahwa dengan mempertimbangkan kapasitas ruangan dan efektifitas penyampaian informasi, maka jumlah peserta dibatasi sebanyak 120 orang.
Di wilayah kerja KPwBI Kediri, pendaftar antara lain dari Ponorogo, Tulungagung, Nganjuk, Madiun bahkan ada yang dari Surabaya dan Malang.Narasumber yang dihadirkan adalah Daeng Faqih (Trainer Digital Marketing), Ade Fyrman Dwiputra (Praktisi Marketplace Marketing), dan Adhi Kusumo (Ahli Fotografi Alumnus New York of Photography of USA).
Adalah penting untuk menghadirkan narasumber yang handal, ahli, dan memiliki pengalaman yang memadai agar mampu memberikan manfaat yang optimal untuk meningkatkan akses pasar bagi UMKM.
Sasaran yang ingin dicapai melalui kegiatan ini adalah semakin banyak pelaku UMKM yang meningkat kepercayaan dirinya melalui pemanfaatan digital marketing, mampu menyajikan foto produk dengan baik dan menarik, sehingga berdampak terhadap peningkatan omzet penjualan. Untuk itu lah kami mengusung tema “Saatnya Produk Lokal Dipasarkan Secara Digital”.
