(Foto: Andik Kartika)Aksi bersih-bersih sungai warga Kota Kediri, Minggu (1/11/2015)
LENSAINDONESIA.COM: Puluhan Warga yang ada di dua kelurahan Dandangan dan Ngadirejo Kecamatan Kota Kediri, berbondong-bondong membersihkan aliran Sungai Kresek. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya banjir dan sungai meluap saat penghujan tiba.
Arif Cholisudin, Lurah Ngadirejo mengatakan warga gotong royong untuk mengurangi volume sampah yang ada di saluran Sungai Kresek. Dan kegiatan bersih bersih saluran tersebut juga merupakan program pemerintah yang dilakukan setiap 3 bulan sekali.
“Kegiatan ini pure solidaritas warga dan tak ada iming-iming pada mereka, dan juga program ini akan di agendakan 3 bulan sekali oleh pemerintah,” kata Arif, Minggu (1/11/2015).
Diakuinya Sungai Kresek sering meluap bila musim penghujan karena banyak sampah yang menyumbat. “Aliran sungai kresek tersebut dipakai oleh masyarakat kota kediri sebelum nantinya terbuang ke Sungai Brantas,” imbuhnya.
Sementara itu menurut Eko Budi Santoso, Kasi Saluran DKP Kota Kediri mengatakan, pencanangan bersih-bersih saluran yang dilakukan warga tersebut akan diagendakan setiap tiga bulan sekali oleh pemerintah. Dan untuk mengangkut sampah hasil kerjabakti pihak DKP telah menyiapkan dua armada truk untuk mengangkut sampah.
Budi juga menambahkan bila bersih-bersih saluran tidak hanya dilakukan di aliran Sungai Kresek namun juga di Kelurahan lain yang ada di tiga kecamatan. “Agenda bersih bersih saluran kita lakukan secara serentak pada minggu tanggal 1 November ini” cetus Budi.
Diharapkan semua saluran air yang ada di tiga kecamatan kota kediri bersih, dan bila musim penghujan datang saluran air bisa menampung luapan air hujan. “Saya juga berharap agar masyarakat warga kota kediri sadar akan kebersihan dan tidak membuang sampah pada saluran air,” tandas Budi serius.
Untuk diketahui, dari pantauan media pada hari ini warga di tiga kecamatan kompak kerja bakti. Dan semua sampah hasil kerja bakti akan diangkut oleh DKP kota kediri. Bila warga membutuhkan pasir atau tanah hasil kerjabakti bisa memakainya bisa berkordinasi dengan DKP , gratis dan tidak dipungut biaya. @andik kartika