Kediri (beritajatim.com) - Para pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Kota Kediri masih sulit memasarkan produknya ke supermarket atau swalayan besar. Persoalannya ternyata karena kebanyakan belum memiliki izin usaha. Rata-rata pelaku UMKM hanya mengantongi SIUP dan TDP.
Ini diakui oleh Agus, selaku Kasi Produksi dan Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri usai memberikan sosialisasi Fasitasi Kemudahan Formalisasi Usaha Mikro di Hotel VIVA Kediri Jl. Letjend S Parman No. 86 Tosaren, Kata Kediri, Jumat (6/4/2018).
Untuk itu, pihaknya membantu para pelaku UMKM dengan jalan memfasilitasi mereka dalam izin usaha. Sehingga produk yang dihasilnya bisa naik kelas menembus pasar di supermarket.
Ada sekitar 150 pelaku UMKM dari total sekitar 5.000 orang yang kini mendapatkan fasilitasi. Dinkop Usaha Mikro dan Tenaga Kerja membantu mereka menguruskan izin secara gratis. Izin yang dimaksud meliputi SIUP, TDP dan PIRT.
"Kita ada seleksi. Nanti yang memenuhi dari produk teman-teman, kita bantu membuatkan perizinannya. Kita masih undang 150 pelaku UMKM, yang kita akomodir. Maunya teman-teman UMKM apa yang dibutuhkan. Kita beri mereka blanko untuk diisi, maunya apa," tanya Agus.
Diakui Agus, kegiatan fasilitasi seperti ini terus dilakukan. Sebelumnya, ada 10 pelaku UMKM yang sudah dibuatkan badan usaha CV oleh Dinkop
"Sebenarnya tidak ada yang sulit selama kita memenuhi prosedur yang ada. Kita dari dinas sudah sering sosialisasi. Semua kita fasilitasi. Dan semuanya yang ikut hari ini kita gratiskan," imbuh Agus.
Pelaku UMKM di Kota Kediri sebenarnya sangat banyak dan tumbuh. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlahnya mencapai 30.000. Tetapi, dari jumlah tersebut yang aktif dalam pembinaan Dinkop sebanyak 5.000 UMKM.
Dari kurang lebih 5.000 pelaku UMKM, hampir semuanya sudah memiliki izin berupa SIUP dan TDP. Tetapi, masih sedikit yang memiliki PIRT. Kendati demikian, Dinkop terus mendorong dan juga memfasilitasi mereka.
Saat ini pengurusan SIUP dan TDP bisa diakses melalui sistem online di internet. Sementara pencetakan dilakukan di Dinkop. Kendati demikian, apabila ada pelaku UMKM yang masih kesulitan bisa datang langsung ke Dinkop untuk berkoodinasi dengan Klinik UMKM.
Perihal Modal
Selain membantu kemudahan dalam mengakses perizinan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri juga membantu dalam bidang permodalan. Para pelaku UMKM dalam mengakses dana modal usaha dengan bunga yang rendah.
Ialah modal bergulir. Dana pendamping usaha ini dapat diakses oleh setiap pelaku UMKM dengan agunan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kendaraan. Flafon maksimal Rp 25 juta dengan jangka waktu pelunasan maksimal selama tiga tahun.
"Modal bergulir ini bisa diakses teman - teman UMKM untuk pendampingan usaha, bunga pertahunnya hanya 4 persen Syaratnya harus ada usaha, kemudian domisili di Kota Kediri dan mempunya jaminan berupa BPBK kendaraan. (lihat progres usaha)," kata Agus.
Dinkop memiliki tim survei dan juga pendampingan dalam menggelontorkan dana modal usaha ini kepada para pelaku UMKM. Tim yang akan menilai usaha tiap tiap pelaku UMKM yang menjadi nasabah.
Diakui Agus, dalam penyaluran modal usaha ini Dinkop terkadang mengalami kendala. Utamanya adalah kurangnya pengetahuan pelaku UMKM terhadap program ini. Itu sebabnya, Dinkop terus melakukan sosialisasi ini kepada masyarakat pelaku UMKM.
"Kendalanya karena ketidak tahuan pelaku UMKM. Awalnya, mereka belum tahu, tetapi setelah ke kantor mereka tahu. Akhirnya dia sendiri yang mensosialisasikan ke teman temannya. Ternyata prosesnya mudah," imbuh Agus.
Selain bunganya rendah, imbuh Agus, bagi nasabah yang mengalami keterlambatan dalam pembayaran masih diberikan toleransi. Mereka tidak dikenai denda, namun hanya teguran. Tetapi, menurut data Dinkop, nasabah (pelaku UMKM) yang mengalami kredit macet jumlahnya relatif kecil, dibawah 1 persen.
"Kalau keterlambatan itu ada resikonya bagi mereka yaitu, di BI chaking. Sehingga merugikan diri mereka sendiri. Tetapi ada pendamping dari dinas yang melakukan evaluasi dan monitoring. Umumnya mereka justru berfikir cepat lunas dan bisa mengakses kembali," pungkasnya.
