Kediri (Antaranews Jatim) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan harga bahan pokok terutama beras, saat ini sudah mulai stabil, menyusul  dilakukannya operasi pasar.

"Sebelumnya beras harganya naik, tapi kami melakukan operasi pasar, akhirnya harga bisa terkendali," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Yetti Sisworini di Kediri, Jumat.

Harga beras saat ini memang sudah mulai stabil. Di sejumlah pasar tradisional Kota Kediri, harga beras jenis bengawan sekitar Rp12 ribu, mentik Rp11 ribu, dan IR64 sebesar Rp10 ribu. Padahal, sebelumnya, harga beras bengawan, mentik, bisa lebih dari Rp12 ribu, dan IR64 harganya lebih dari Rp10 ribu/kg.

Yetti menduga, harga beras yang mulai stabil itu karena di sejumlah lokasi sudah terjadi panen padi. Dengan itu, pasokan beras juga sudah melimpah. Selain itu, juga langkah pemerintah yang melakukna operasi pasar khusus beras.

Namun, ia juga menambahkan dari pengalaman sebelumnya menjelang perayaan hari besar agama seperti Ramadhan ataupun Hari Raya Idul Fitri, harga bahan pokok juga mulai merangkak naik.

Pihaknya masih koordinasi dengan berbagai pihak untuk membahas kegiatan menjelang Ramadhan 2018. Rapat salah satunya membahas tentang operasi pasar, untuk menstabilkan harga bahan pokok menjelang Ramadhan 2018.

"Kami akan rapat koordinasi dan setelahnya akan sidak harga barang. Kami punya agenda menjelang ramadhan, sidak harga dan penetrasi pasar," katanya.

Ia juga menegaskan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri berupaya keras untuk ikut serta menjaga harga bahan pokok agar terkendali, hingga memastikan stok di pasar. Dengan itu, turut serta menjaga inflasi di kota ini.

Sementara itu, dari hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, inflasi di Kota Kediri pada Maret 2018 sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,41 dibanding dengan IHK Februari 2018.

Inflasi di Kota Kediri pada bulan Maret 2018 dipengaruhi oleh kenaikan dari seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok bahan makanan naik sebesar 0,14 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,05 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,10 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,02 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,26 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Maret cenderung stabil atau tidak mengalami kenaikan atau penurunan.

Inflasi tertinggi pada Maret 2018 diketahui terjadi di Kabupaten Banyuwangi dengan nilai 0,12 persen, Malang 0,12 persen, Kediri 0,10 persen, Surabaya 0,06 persen, Madiun 0,02 persen, Sumenep 0,01 persen. Sementara, dua kota lainnya deflasi, yaitu Sumenep -0,08 persen, dan Probolinggo -0,13 persen.