Kediri (beritajatim.com) - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, AKBP Bunawar SH mengungkapkan, perkembangan bisnis gelap narkoba di kalangan pekerja bertambah banyak. Pekerja kelas atas menduduki peringat tinggi menjadi pasar narkoba.
"Golongan pekerja sebagai pengguna narkoba di Indonesia mendominasi. Jumlahnya 50 persen dari total pengguna narkoba secara Nasional," kata AKBP Bunawar SH dalam sosialisasi P4GN di sebuah radio swasta Kota Kediri, Selasa (17/4/2018).
Bunawar mengaku, lebih mudah menangkap oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pengguna narkoba dibandingkan menangkap jaringan pengedar di tingkat bawah. Jaringan dibawah biasanya dari masyarakat kecil.
"Jaringan pengedar dari masyarakat kelas bawah biasanya memiliki kelihaian tersendiri. Mereka mempunyai lokasi persembunyian barang bukti yang sangat sulit dijangkau oleh petugas," katanya.
BNN Kota Kediri berusaha melakukan upaya pemberantasan terhadap peredaran narkoba bersama berbagai kalangan, termasuk menggandeng mahasiswa. Tujuannya, supaya program sosialisasi ini bisa teredukasi dengan baik kepada generasi muda.
"Indonesia sudah termasuk dalam kategori 'Darurat Narkoba'. Kondisi ini membahayakan bagi tumbuh kembang generasi muda masa kini," ucapnya khawatir.
Melalui berbagai kegiatan sosialiasi semacam ini, BNN berharap, dapat menekan kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat. Dalam setiap sosialisasi, BNN juga menyampaikan dampak buruk dari bahaya penggunaan narkoba, serta perkembangan kasus terkini tentang dampak minuman keras yang merenggut nyawa ratusan orang.
"Kami mengajak semua undangan yang hadir, ikut memerangi narkoba dan miras oplosan di tengah masyarakat," tutupnya.
