600 Warga Kediri Ikuti Pelatihan Kerja

Kediri Dalam Berita | 25/04/2018

logo Jatim TIMES

?

 
Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Kristianto (tengah berbaju batik) berfoto bersama para tutor. (Foto: B. Setioko)
Kepala Dinas Koperasi dan UMTK Kota Kediri Kristianto (tengah berbaju batik) berfoto bersama para tutor. (Foto: B. Setioko)

JATIMTIMES, KEDIRI – Sebanyak 600 warga Kota Kediri mengikuti pembukaan pelatihan mandiri yang digelar Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (UMTK). Pelatihan ini diselenggarakan di Grand Panglima Polim Kota Kediri (24/4).

Kegiatan yang dikemas dalam pelatihan Mandiri 2018 ini merupakan kegiatan kali kedua dan dibuka secara resmi dengan pengalungan tanda peserta secara simbolis oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Tenaga Kerja Kristianto kepada perwakilan peserta pelatihan mandiri. Kegiatan semacam ini sudah pernah dilakukan sebelumnya pada tahun 2017 lalu.

Kristianto dalam sambutannya mengatakan, pelatihan ini diikuti 600 orang. Mereka para pencari kerja. Peserta dibebaskan memilih kejuruan yang ada sebagai modal untuk mencari pekerjaan.

"Ada 9 kejuruan yang bisa diikuti seperti di bidang otomotif, bordir, konveksi, tata kecantikan, tata boga. Kemudian ada desain grafis dan sebagainya. Lamanya pelatihan itu tidak sama, tergantung kejuruaan yang mereka pilih" kata Kristianto.

Setelah melakukan pendaftaran dan memilih kejuruan yang ada, mereka akan ditempatkan di lembaga pelatihan kerja yang ada di seluruh kota Kediri. "Pelatihan yang serba-gratis ini ditujukan kepada mereka yang memiliki usia produktif, antara 18 sampai dengan 40 tahun. Harapannya, setelah memiliki salah satu kompetensi atau keterampilan, dapat dipakai sebagai bekal untuk melamar pekerjaan atau dapat membentuk wirausahawan mandiri" papar Karistianto.

Walaupun pelatihan ini dibuka Selasa kemarin, Dinas Koperasi dan UMTK akan terus membuka pendaftaran bagi warga Kota Kediri yang ingin mengikuti pelatihan mandiri. "Untuk persyaratan, selain usia  produktif, kami juga memiliki persyaratan sesuai dengan apa yang diterapkan di masing-masing kejuruaan. Semisal mereka memilih tata kecantikan, tidak perlu harus lulusan jurusan SLTA kecantikan. SMP saja bisa mengikutinya," kata Kristianto.