PROMOSI : Pejabat dan pengusaha Kota Kediri menggelar promosi dan kerjasama investasi di Kotim (duta.co/dok)
KEDIRI| duta.co -Kesuksesan acara Business to Business (B2B) Expo Two Regions yang digelar Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Pemerintah Kota Kediri bertempat di Citymall Sampit bekerjasama Kadin Kabupaten Sampit Ibu Kota Kotawaringin Timur Propinsi Kalimantan Tengah sukses. Terbukti dengan disepakatinya kerjasama sebesar Rp 2,8 miliar.
Acara digelar Kamis kemarin, berupa pameran produk UMKM, job fair, talkshow dan penandatanganan kerjasama antar pengusaha di dua daerah ini. Tentunya, ini tidak lepas peran Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu PintuDinas (PMPTSP) Pemerintah Kota Kediri, pada Bidang Promosi dan Investasi.
Adapun pesanan bernilai miliaran rupiah ini, selain alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) dan juga mobil pemadam yang dipesan beberapa perusahaan tambang, juga diterbitkan satu Ijin Prinsip Penanaman Modal (IPPM) dalam bidang perhotelan dengan nilai modal Rp. 20 miliar atas nama PT. Beringin Jaya Sentosa.
Wakil Bupati Kotim M. Taufiq Mukri mengatakan, melalui B2B Expo Two Regions, akan banyak peluang usaha yang dapat dikerjasamakan. Pelaku usaha harus mampu membaca peluang. Bila kemudian tergarap dengan baik, akan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di dua daerah.
“Kegiatan bisnis B2B Expo yang digagas Kadin Kotim dan Kota Kediri ini merupakan salah satu hal positif untuk perkembangan usaha di dua daerah ini. Langkah awal untuk terus menggeliatkanperekonomian, “ terang Taufiq Mukri.
Dalam kegiatan ini, UMKM Kotawaringin Timur dan Kota Kediri cukup inovatif menyajikan produk unggulan. Pertemuan ini juga dapat saling belajar dan mengenalkan hal yang menjadi unggulan UMKM di daerah masing-masing.
“Dapat saling belajar dan memulai usaha bersama, salah satunya produk lokal Kotim dapat dipassarkan di Kediri. Begitu juga sebaliknya,“ imbuhnya.
Sementara itu, Pjs. Wali Kota Kediri Jumadi mengatakan, keberadaan pengusaha memang memegang peran penting dalam kemajuan daerah. Kekuatan pengusaha 99%, sedangkan pemerintah hanyalah 1%. Karena itu, Jumadi sangat mengapresiasi kerjasama yang dilakukan oleh pengusaha yang tergabung dalam Kadin Kota Kediri dan Kotim.
“Kalau semua pengusaha seperti Pak Susilo (Ketua Kadin Kotim ) dan Pak Solikhin ( Ketua Kadin Kota Kediri), selesai sudah perekonomian Indonesia pasti maju,” kata Jumadi.
Pjs. Wali Kota juga mengajak pengusaha menggencarkan perdagangan antar pulau di Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, memiliki kekuatan besar dalam percaturan ekonomi di Asean
“Kekuatan ekonomi Asean, 40% berada di Indonesia. Karena itu, mari kita jaga pasar dalam negeri dengan memperkuat kerjasama antar daerah,” ujar Jumadi, yang juga Kepala DPKAD Provinsi Jawa Timur ini.
Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai penghasil bauksit juga menarik perhatian Jumadi. Dia berharap ada kerjasama perdagangan bauksit antara Kabupaten Kotim dengan Provinsi Jawa Timur. Sebab, selama ini bahan baku industri di Jawa Timur masih tergantung dengan impor.
‘Bauksit sebagai bahan baku alumunium, galvalum, maupun stainless steel. Seandainya kita kelola sendiri, kita tidak perlu lagi impor barang-barang itu lagi, “kata Jumadi.
Menurutnya, ketergantungan bahan baku impor ini perlu diatasi. Jangan sampai bauksit diekspor habis – habisan ke China, sementara Indonesia selalu impor alumunium. Untuk menekan volume impor, para pengusaha harus dapat melihat potensi bahan baku yang ada di dalam negeri. Kalaupun masih ada kelebihan produksi maka bahan produksinya dialihkan ke sektor – sektor lain untuk memproduksi barang lain yang masih dibutuhkan rakyat.
B2B Expo Two Regions di Citimall Sampit diikuti para pelaku UMKM dari Kotawaringin Timur dan dan Kota Kediri, DPMPTSP Kediri, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit dan ratusan pelajar dari Kota sampit.
Selain pameran, juga ada talk show bisnis dengan menghadirkan pembicara Ketua Kadin Kotawaringin Timur Susilo, Generator Aliansi Penggerak UMKM Kotawaringin Timur Ahmad Sofyan merangkap sebagai Wakil Ketua Kadin, Wakil Ketua Kadin Setyo Hadi, Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Dr. Sulistiono, Lembaga pendidikan Neptune dan Owner Jamur Krispi FCK Bagas Alimpat.
Rombongan dari Kota Kediri juga membuka bursa tenaga kerja bagi perusahaan di Kotawaringin Timur. Tenaga kerja profesional ini disiapkan oleh Universitas Nusantara PGRI Kediri dan Politekhnik Kediri serta Lembaga Pendidikan Neptune.
Lembaga pendidikan ini siap mengirimkan lulusan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja di Kalimantan Tengah. Tak tanggung – tanggung, 3 perusahaan tambang langsung meminta sedikitnya110 tenaga kerja profesional asal Kota Kediri untuk dipekerjakan.
Bahkan untuk bidang peternakan, mereka juga memesan tenaga kerja dari Kediri, namun hal ini belum bisa terpenuhi karena Kota Kediri dan sekitarnya menyerap langsung tenaga merekayang dibidang peternakan.
Tidak hanya itu, Kantor DPMPTSP memperkenalkan potensi yang dimiliki Kota Kediri, sehingga diharapkan banyak para pengusaha luar daerah yang berinvestasi dengan saling menguntungkan, baik itu untuk pengusaha tersebut dan masyarakat Kota Kediri. Salah satunya bisa menambah lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD )
B2B Expo Two Regions juga menjadi ajang promosi batik atau kain tenun khas Kota Kediri. Beragam desain diperagakan oleh Putra Putri Pariwisata Kabupaten Kotawringin Timur.
Masing – masing daerah juga menampilkan seni tari. Acara yang berlangsung sejak pagi itu, ditutup pada Kamis malam dengan pertukaran cinderamata antara pengurus Kadin Kotim dengan rombongan dari Kota Kediri.